Kecam Terorisme, Muhammadiyah Tegaskan Dita Bukan Lagi Kader IPM

Eddie Prayitno · Selasa, 15 Mei 2018 - 23:45 WIB

Pengurus IPM Kendal saat memberikan klarifikasi terkait kasus Dita Siska Milenia yang ditangkap tim Densus 88. (Foto: iNews.id/Eddie Prayitno)

KENDAL, iNews.id- Ikatan Pemuda Muhamadiyah dan Pimpinan Daerah Muhamadiyah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah mengecam aksi teror yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

Muhammadiyah juga menyayangkan tindakan salah satu kadernya, Dita Siska Millenia yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri karena hendak menusuk polisi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Minggu (13/5/2018) lalu. Dita Siska Millenia merupakan alumni SMK di Patean dan memiliki kartu anggota Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM) Kendal.

Dalam pernyataan sikapnya, IPM dan PD Muhammadiyah Kendal mengecam aksi yang dilakukan Dita Siska Millenia yang akan menusuk anggota polisi.

Ketua IPM Kendal, Muhamad Nazulul Farqi mengatakan, kartu anggota IPM dimiliki oleh siswa atau mahasiswa yang mengenyam pendidikan di Lembaga Pendidikan Muhammadiyah. “Jika siswa yang bersangkutan sudah tamat mengikuti pendidikan, maka dengan demikian kartu tanda anggota juga tidak lagi berlaku,” katanya di Pusat Gedung Dakwah Muhamadiyah Kendal, Selasa (15/5/2018).

BACA JUGA: Densus 88 Tangkap Gadis Asal Temanggung terkait Teror di Mako Brimob


Ketua PD Muhamadiyah Kendal, Muslim Rahmadi menyayangkan atas tindakan teroris baik yang di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok maupun penyerangan teroris di tiga gereja dan Mapolrestabes Surabaya, serta di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo.

Menurut Muslim, sebenarnya Dita yang diduga akan menusuk aparat di Mako Brimob diakui sebagai anggota IPM. Namun yang bersangkutan sudah lulus pada 2017 lalu. “Sehingga dengan otomatis kartu tersebut sudah tidak berlaku lagi,” katanya.

Seperti diketahui, Tim Densus 88 Antiteror menangkap gadis remaja asal Kabupaten Temanggung yang diduga hendak menusuk polisi di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Sabtu (12/5/2018) pagi lalu. Penangkapan gadis itu mengejutkan pihak keluarga. Mereka mengaku kaget dan tidak menyangka karena selama ini anaknya dikenal patuh dan taat. 

Gadis remaja itu, yakni Dita Siska Milenia (18), warga Dusun Braman, Desa Jambon, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung. Dia ditangkap bersama Siska Nur Azizah, warga Ciamis, Jawa Barat di Mako Brimob. Dita merupakan anak kedua pasangan Suwal dan Ari Suprapti.


Editor : Kastolani Marzuki

KOMENTAR