17 Rumah Rusak akibat Tanah Bergerak di Banjarnegara, Warga Mengungsi

Elis Novit ยท Senin, 11 Februari 2019 - 09:02 WIB
17 Rumah Rusak akibat Tanah Bergerak di Banjarnegara, Warga Mengungsi

Petugas BPBD Banjarnegara menunjukkan kondisi lantai rumah warga Desa Mlayan yang retak-retak akibat bencana tanah bergerak, Senin (11/2/2019). (Foto: iNews/Elis Novit)

BANJARNEGARA, iNews.id – Bencana tanah bergerak terus terjadi di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng) dan merusak 17 rumah warga. Akibatnya, puluhan warga memilih mengungsi ke tujuh lokasi yang dinilai lebih aman.

Sedikitnya 30 kepala keluarga di Dusun Tlaga Desa Mlaya, Kecamatan Punggelan Banjarnegara, memilih mengungsi dengan membawa barang-barangnya untuk menyelamatkan diri. Mereka merasa tidak aman lagi tinggal di desanya yang mengalami bencana tanah bergerak atau longsor tipe merayap soil creep.

Warga mengatakan, bencana itu menyebabkan banyak rumah rusak. Kondisi dinding rumah warga retak-retak dan lantai amblas. Hingga saat ini, terdata ada lima rumah yang rusak sedang sedangkan 12 lainnya rusak ringan. Jika tanah bergerak masih terus terjadi, kerusakan rumah bisa lebih parah.

“Kalau hujan turun, kami makin takut karena rumah kami terancam terkena longsor. Sekarang sudah banyak rumah warga yang rusak, dindingnya retak-retak. Sering terasa ada getaran-getaran,” kata warga Desa Mlaya, Minem, Senin (11/2/2019).

BACA JUGA:

Tanah Bergerak Rusak Belasan Rumah di Cianjur, Warga Mengungsi

48 Rumah di Bandung Barat Rusak akibat Tanah Bergerak dan Longsor
 

Hingga kini, warga Desa Mlaya yang terancama terkena dampak tanah bergerak mencapai 35 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 155 jiwa. Warga berharap desanya tidak lagi dilanda longsor dan tanah bergerak. Sementara hasil pemantauan tim Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, kondisi ini diperkirakan masih terjadi dengan intensitas lamban.

BPBD mengimbau warga untuk menjauh dari zona bahaya yang sudah ditetapkan, yakni pada area seputar 20 meter dari pusat titik retakan. Intensitas hujan yang tinggi akan memicu percepatan pergerakan tanah.


Editor : Maria Christina