Panglima TNI Resmikan SMA Unggulan Pradita Dirgantara di Boyolali

Ary Wahyu Wibowo ยท Rabu, 11 Juli 2018 - 22:29 WIB
Panglima TNI Resmikan SMA Unggulan Pradita Dirgantara di Boyolali

Presiden RI ke-3 BJ Habibie (tengah) bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kedua kanan) dan KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna (kanan) meresmikan SMA Pradita Dirgantara di Ngemplak, Boyolali. (Foto: Antara)

BOYOLALI, iNews.id – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meresmikan SMA Pradita Dirgantara di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (11/7/2018). SMA unggulan tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi cerdas dan berkarakter dirgantara.

Peresmian turut dihadiri Presiden RI ke-3 BJ Habibie, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, dan sejumlah pejabat di lingkungan TNI.

Marsekal Hadi Tjahjanto saat memberikan sambutan dalam peresmian SMA Pradita Dirgantara, Rabu sore mengatakan, sekolah unggulan itu diberi nama SMA Pradita Dirgantara. Pradita artinya pandai dan dirgantara adalah angkasa. 

“Ada pemikiran bisa mendidik, mencetak seorang yang cerdas, menjadi benteng Pancasila, menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI berkarakter dirgantara. Maka muncullah ide mendirikan sekolah unggulan yang kemudian diberi nama SMA Pradita Dirgantara,” kata Hadi Tjahjanto.

SMA Pradita Dirgantara diharapkan bisa merealisasikan keinginan Presiden pertama RI, Soekarno, untuk menjawab tantangan kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan, namun tetap terkoneksi dengan teknologi kedirgantaraan. SMA Pradita Dirgantara juga diharapkan melahirkan Habibie Habibie baru.

Sekolah unggulan, menurut Panglima TNI, merupakan bagian investasi jangka panjang dan istimewa. Sekolah menjadi modal utama dalam menghadapi persaingan global demi masa depan bangsa dan negara yang maju sejahtera, adil, dan makmur, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Meskipun telah banyak sekolah unggulan yang didirikan, sesungguhnya bangsa ini masih membutuhkan lebih banyak sekolah unggulan dengan besarnya jumlah penduduk dan generasi muda yang dimiliki,” tuturnya.

Dia juga berpesan agar para guru dan tenaga pendukung pendidikan SMA Pradita Dirgantara menjaga dan melaksanakan amanah dengan penuh rasa tanggung jawab. Sebab, mereka dipercayakan untuk menempa para siswa demi masa depan bangsa dan negara. Panglima TNI juga berpesan kepada para siswa agar rasa kebanggaan yang harus diwujudkan menjadi semangat menimba ilmu sebaik-baiknya.

Sementara KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna mengatakan, SMA Pradita Dirgantara merupakan hasil wujud sinergitas antara TNI AU, Yayasan Ardhya Garini (Yasarini) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Sekolah dikonsep agar para siswanya memiliki karakter kedirgantaraan, kecendikiawanan dan menjunjung tinggi keimanan, serta kompetitif di tingkat global dengan tetap menjunjung tinggi nilai luhur budaya bangsa.

“Seluruh calon siswa SMA Pradita Dirgantara merupakan putra putri terbaik yang telah terseleksi di antara ribuan pendaftar dari berbagai wilayah di Indonesia,” ungkap Yuyu Sutisna.

Mereka memiliki latar belakang suku, agama, ras, maupun budaya yang berbeda-beda. Siswa yang diterima merupakan anak-anak pilihan yang memiliki tingkat intelegensia mumpuni dengan nilai IQ di atas 115. “Pada angkatan ini, yang tertinggi adalah 150, ada dua orang,” tuturnya.

Siswa yang diterima merupakan keterwakilan dari 27 provinsi di Indonesia. Mereka juga telah memenuhi persyaratan psikologi, jasmani, kesehatan umum dan jiwa, sesuai standar yang ditetapkan.


Editor : Maria Christina