Banyak SKTM Palsu, Pengumuman PPDB SMA dan SMK di Brebes Ditunda

Yunibar · Kamis, 12 Juli 2018 - 02:15 WIB

Orang tua dan calon siswa menunggu pengumuman PPDB di SMA Negeri 1 Brebes, Jateng, Rabu (11/7/2018). (Foto: iNews.id/Yunibar)

BREBES, iNews.id - Seluruh SMA dan SMK Negeri di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah terpaksa menunda pengumuman calon siswa yang lulus pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) lewat jalur Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), Rabu (11/7/2018). Penundaan ini menyebabkan ratusan calon siswa dan orang tua kecewa lantaran mereka sudah menungggu dari pagi hingga sore.

Sedianya pengumuman PPDB SMA dan SMK dilakukan Rabu siang pukul 12.00 WIB. Namun, ratusan calon siswa dan orang tua wali murid yang sudah berkumpul sejak pagi hingga sore harus kecewa karena hingga pukul 15.00 WIB pihak panitia tidak kunjung mengumumkan hasil seleksi PPDB. Penundaan ini karena pihak sekolah mengaku masih menunggu informasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

BACA JUGA:

Polda Akan Pidanakan Penyeleweng SKTM, Warga Bisa Kena 6 Tahun Penjara

Ganjar Sedih Banyak Warga Mampu Selewengkan SKTM di PPDB



Sekretaris PPDB SMA Negeri 1 Brebes, Sabdo Purnomo mengatakan, penundaan pengumunan ini terkait masih adanya beberapa daerah yang bermasalah soal penggunaan SKTM sebagai syarat calon siswa baru. Dia menjelaskan,/ pengumuman akan tetap dikeluarkan malam hari ini sampai pukul 23.55 WIB.

“Masalahnya ada beberapa SMA dan SMK di Jawa Tengah masih harus melakukan verifikasi karena ditengarai banyak calon siswa yang menyalahgunakan SKTM saat mendaftar sekolah favorit,” kata Sabdo, Rabu (11/7/2018) malam.

Untuk memberikan kemudahan bagi calon peserta didik baru, panitia mengimbau agar calon siswa atau orang tua siswa sering mengecek nomor pendaftaran online pada website ppdb online Jateng. Pengumuman bisa diakses melalui link https://jateng.siap-ppdb.com.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku sedih maraknya kasus penyelewengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online 2018. 

Ganjar mengungkapkan ada 78.000 lembar SKTM yang dibatalkan karena dari hasil survei ternyata banyak diselewengkan oleh warga mampu dalam PPDB. Menurut Ganjar, kasus tersebut akan merusak sistem pendidikan di Tanah Air. 

"Pendidikan menjadi hancur gara-gara ini (pemalsuan SKTM). Ternyata budi pekerti tidak hanya untuk anak-anak tetapi juga (diperlukan) bagi orang tua. Saya sedih betul," kata Ganjar seusai mengikuti upara HUT ke-72 Bhayangkara di Mapolda Jateng, Rabu (11/7/2018).


Editor : Kastolani Marzuki

KOMENTAR