2 Remaja Tenggelam saat Mandi di Pantai Kemiren Cilacap, 1 Orang Hilang

Heri Susanto, Antara ยท Jumat, 05 Juli 2019 - 19:15 WIB
2 Remaja Tenggelam saat Mandi di Pantai Kemiren Cilacap, 1 Orang Hilang

Tim Basarnas Cilacap menyisir pantai untuk mencari korban tenggelam di Pantai Kemiren, Kabupaten Cilacap. (Foto: iNews.id/Heri Susanto)

CILACAP, iNews.id – Dua remaja tenggelam digulung ombak saat sedang mandi di Pantai Kemiren, Kelurahan Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap. Satu orang hilang dan hingga kini masih dalam pencarian tim SAR, sedangkan satu korban lainnya berhasil diselamatkan warga.

Korban tenggelam yakni, Isha Alifan (16) warga Ambon, Maluku. Saat kejadian, korban sedang berlibur bersama teman-temannya. Sedangkan rekan korban, Akmal (14) warga Cilacap selamat.

"Berdasarkan informasi yang kami terima Kamis pada pukul 17.30 WIB dari Kasi Trantib Kecamatan Cilacap Utara, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB," kata Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap Mulwahyono, Jumat (5/7/2019).

Dia mengatakan, peristiwa tersebut terjadi saat korban bersama seorang rekannya, Akmal (14), sedang bermain sambil mandi di Pantai Kemiren, Kelurahan Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan.

BACA JUGA: Korban Tenggelam di Pantai Baru Bantul Ternyata Mantan Pemain Persis Solo

Tanpa disadari, kata dia, datang gelombang tinggi yang langsung menyeret tubuh kedua anak tersebut. Akibat kejadian tersebut, Isha Alfian hilang terseret gelombang sedangkan Akmal dapat menyelamatkan diri.

"Terkait dengan kejadian tersebut, kami segera memberangkatkan satu tim Rescue yang terdiri atas tujuh personel Basarnas menuju lokasi kejadian untuk menggelar operasi SAR bersama potensi SAR lainnya seperti BPBD Kabupaten Cilacap dan anggota TNI/Polri," katanya.

Saat ini Basarnas Pos SAR Cilacap bersama BPBD Kabupaten Cilacap dibantu sukarelawan SAR Kemiren dan Pokdar RW 16 Kelurahan Tegalkamulyan serta kerabat korban terus memantau lokasi kejadian.

Anggota tim Basarnas Cilacap, Hery mengatakan, pencarian korban terkendala cuaca dan arus bawah laut yang sangat kencang. “Kondisi arus bawa laut saat ini sangat kencang. Ini yang menyulitkan upaya pencarian korban,” katanya.

Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan Stasiun Meterologi BMKG Cilacap, tinggi gelombang di perairan selatan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta maupun Samudera Hindia selatan Jateng-DIY berpotensi mencapai 4-6 meter.

Pengamat cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Feriharti Nugrohowati mengatakan tinggi gelombang tersebut dipengaruhi oleh kemunculan siklon tropis Mun di Laut China Selatan.

Selain itu, kata dia, terdapat pola sirkulasi angin di Samudra Hindia sebelah barat Mentawai dan Samudra Pasifik sebelah utara Halmahera.


Editor : Kastolani Marzuki