Hutan Gunung Lawu Kembali Terbakar, Jalur Pendakian Ditutup Sementara

Kastolani ยท Senin, 10 September 2018 - 17:50 WIB
Hutan Gunung Lawu Kembali Terbakar, Jalur Pendakian Ditutup Sementara

Api kembali membakar kawasan hutan dan lahan di Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. (Foto: Twitter)

JAKARTA, iNews.id – Kawasan hutan dan lahan di Gunung Lawu kembali terbakar, Senin (10/9/2018). Titik api terlihat di kawasan hutan Bukit Mongkrang, Dusun Tlogo Dlingu, Gondosuli, Kecamata Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (10/9/2018). Meski demikian, lokasi kebakaran jauh dari permukiman warga.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, akibat kebakaran hutan dan lahan semua jalur pendakian ke gunung tersebut ditutup sementara hingga waktu yang belum ditentukan. “Jalur pendakian ke Gunung Lawu mulai 10 September 2018 ditutup hingga waktu yang belum ditentukan,” kata Sutopo dalam cuitannya di Twitter.

Sutopo mengatakan, upaya pemadaman api yang membakar hutan dan alang-alang di lereng Gunung Lawu terus dilakukan petugas gabungan di lapangan. Namun, upaya tersebut menemui banyak kendala, seperti ketersediaan air dan peralatan yang minim.

Selain itu, medan yang harus dilalui sangat berat ditambah kondisi cuaca kering yang membuat kobaran api semakin meluas. "Hingga sore ini, api yang membakar hutan dan alang-alang belum bisa dipadamkan. Petugas sudah berupaya memadamkan api, tapi kendalanya medan yang berat,” katanya.

BACA JUGA:

Kebakaran Gunung Sindoro Semakin Meluas, Api Belum Bisa Dipadamkan

Gara-Gara Api Unggun, 110 Hektare Gunung Sindoro Terbakar

Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan di Gunung Sindoro, Jawa Tengah (Jateng) semakin meluas. Tercatat ratusan hektare areal masih belum bisa dipadamkan. Namun petugas gabungan dari perhutani, polres, kodim dan relawan terus berusaha memadamkan dengan cara manual.

Wakil Administrasi Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kedu Utara Joni Nandar Hadi mengatakan, kebakaran terus meluas akibat kencangnya tiupan angin sehingga api cepat membakar vegetasi tanaman kering di lereng gunung.


Editor : Kastolani Marzuki