Teguhkan Pancasila, RMI NU Akan Gelar Apel Akbar Santri Nusantara

Ary Wahyu Wibowo, Sindonews ยท Selasa, 11 September 2018 - 03:07 WIB
Teguhkan Pancasila, RMI NU Akan Gelar Apel Akbar Santri Nusantara

Ketua Umum PP RMINU, KH Abdul Ghofarrozin saat memberi keterangan pers di Solo, Jawa Tengah. (Foto: SINDONews)

SOLO, iNews.id - Sebanyak 20.000 santri bakal mengikuti Apel Akbar Santri Nusantara di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, 7 Oktober mendatang. Apel akbar santri dari Rabitah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) yang merupakan asosiasi pondok pesantren se-lndonesia, dijadwalkan dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ketua Umum PP RMINU, KH Abdul Ghofarrozin mengatakan, Apel Akbar Santri Nusantara sebagai upaya preventif terhadap gerakan kelompok keagamaan ekstremis. Sekaligus memperingati Hari Santri pada 22 Oktober 2018.

"Selama ini ada hubungan erat negara dan agama dalam lanskap sejarah Indonesia. Fakta masa lalu menunjukkan, agama berperan penting dalam pembangunan dan kesatuan nasional Indonesia. Baik sebelum kemerdekaan hingga penataan Indonesia sebagai sebuah bangsa dan negara," kata Abdul Ghofarrozin di Solo, Jawa Tengah, Minggu (9/9/2018) malam.

Pria yang akrab disapa Gus Rozin ini mencontohkan peran ulama dan santri Nusantara saat memproklamirkan Indonesia sebagai darussalam, hubbul wathon minal iman, hingga penerimaan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Namun hubungan negara dan agama yang harmonis dan selalu menopang kesatuan nasional, beberapa pekan belakangan mulai kabur akibat adanya gerakan-gerakan dan upaya yang membenturkan hubungan itu.

"Gerakan tersebut menganggap sistem kenegaraan Indonesia berjalan berlawanan dengan agama, sehingga dianggap membahayakan pluralitas, kebudayaan hingga ideologi negara," katanya.

BACA JUGA: Jadikan Indonesia Inspirasi Dunia, GP Ansor Gelar Kirab Satu Negeri

Dengan kondisi ini, Apel Akbar Santri Nusantara dilaksanakan untuk meneguhkan kembali bahwa Indonesia sebagai negara kesatuan dengan Pancasila. "Tidak ada yang bisa menggantikan sistem dan dasar ideologi Indonesia. Pancasila dan perbedaan di Indonesia merupakan realitas yang harus dijadikan sebagai pelatuk kesatuan nasional," katanya. Melalui acara itu, santri menunjukkan komitmen untuk tetap menjadi penjaga bangsa dan negara Indonesia dari upaya dan gerakan yang mengancam Negara Kesatuan Republika Indonesia (NKRI).

Selain Apel Akbar, dalam kegiatan itu juga akan digelar Pesantren Expo mulai 5-7 Oktober 2018 di Jalan Bhayangkara, Solo. Merujuk data Kementerian Agama (Kemenag), tercatat ada 29.000 pesantren di Indonesia. 23.000 pesantren di antaranya masuk dalam Asiosiasi Pesantren NU.

"Santri perlu ikut terlibat dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kemiskinan di Indonesia masih menjadi problem yang melebarkan jarak antara kelompok yang kaya dan miskin," kata Penanggungjawab Pesantren Expo Harianto Oghik. Pemerataan pembangunan dalam bidang ekonomi masih membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk pesantren.


Editor : Kastolani Marzuki