Pengakuan Juru Khitan yang Potong Kepala Kemaluan Bocah di Pekalongan

Eko Suryono ยท Selasa, 11 September 2018 - 10:14 WIB
Pengakuan Juru Khitan yang Potong Kepala Kemaluan Bocah di Pekalongan

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan dan tersangka B saat gelar perkara di Mapolres. (Foto: iNews/Eko Suryono)

PEKALONGAN, iNews.id – Polisi menetapkan satu tersangka dalam kasus dugaan malapraktik yang menimpa seorang bocah di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng). Ujung kemaluan korban terpotong sekitar dua centimeter (Cm) saat menjalani proses khitan.

Tersangka yakni juru khitan berinisial B (70), warga Kecamatan Doro, Pekalongan, pensiunan mantri yang belajar secara otodidak. Atas perbuatannya, dia saat ini harus mendekam dibalik jeruji penjara. Polisi menjeratnya dengan pasal berlapis.

Saat gelar perkara di Mapolres Pekalongan, tersangka mengakui perbuatannya namun tak bisa menjelaskan secara detail ‘kecelakaan’ saat proses bedah tersebut. Dia lebih banyak terdiam dan tampak sulit menemukan kata-kata yang tepat saat memberikan keterangan atas kelalaiannya.

B mengatakan, usai pensiun sudah kerap mengkhitan anak-anak. Meski tidak membuka praktik resmi, namun masyarakat di kampungnya sudah tahu reputasinya. “Saya sudah lupa berapa yang telah saya khitan, jumlahnya banyak,” kata B, Senin (10/9/2018).

BACA JUGA: Kisah Tragis Bocah Pekalongan yang Kelaminnya Terpotong saat Dikhitan

Dia menceritakan saat proses khitan sudah memberikan bius lokal kepada MI (9) bocah malang yang bagian kepala kemaluannya terpotong. Posisi korban saat itu diam tak bergerak.

Semuanya tampak normal dan tidak ada masalah. B Sudah mempersiapkan semua peralatan dan siap mengkhitan korban MI. Namun entah apa yang terjadi bagian ujung kepala kemaluan MI terpotong sekitar 2 cm. “Saya sadar dan tahu. Kepala kemaluannya saya cepit lalu saya gak tahu jadi seperti ini,” ucapnya.

Saat ditanyakan soal kesehatan matanya, B mengaku meski telah uzur namun masih memiliki penglihatan yang baik. B Bahkan tak mengenakan kacamata sebagai alat bantu penglihatan. “Mata saya baik, tidak ada gangguan penglihatan,” ujarnya.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan mengatakan, atas kelalaiannya tersangka B dikenakan Pasal 360 Ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara lima tahun, kemudian Pasal 84 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dengan ancaman pidana penjara tiga tahun.

"Tanggal 5 September ayah korban membuat laporan. Hasil penyelidikan, tersangka tidak memiliki STR (surat tanda registrasi) dalam administrasi kedokteran," kata Wawan saat gelar perkara di Mapolres Pekalongan, Senin (10/9/2018).

Sementara itu, keluarga korban saat ini masih terguncang atas kejadian yang dialami putra mereka. Sementara korban masih dalam perawatan medis. Mereka menolak untuk diwawancara dan diambil gambar.

Sebelumnya diberitakan, peristiwa tragis menimpa MI (9), karena harus kehilangan kepala kemaluannya, saat sedang dikhitan. Alat khitan laser yang menggunakan daya listrik dengan cepat memotong ujung kepala kelamin bocah tersebut hingga tak dapat disambung kembali.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis 30 Agustus 2018, pukul 18.30 WIB. Pelaku yang dikenal sebagai mantri sunat, datang ke rumah MI. Saat prosesi khitan, tak disangka terjadi malapraktik hingga ujung kemaluan korban ikut terpotong.


Editor : Donald Karouw