Halaqah Entrepreneur

Cawapres Ma'ruf Amin Minta Pesantren Gerakkan Ekonomi Rakyat

Irfan Ma'ruf · Selasa, 11 September 2018 - 16:04 WIB
Cawapres Ma'ruf Amin Minta Pesantren Gerakkan Ekonomi Rakyat

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin (kiri) bersama bakal cawapres KH Ma'ruf Amin di Pesantren Al Hikmah 2, Brebes, Jawa Tengah, Selasa (11/9/2018). (Foto-foto: Istimewa).

BREBES, iNews.id – Pesantren sebagai lembaga pendidikan harus menjadi pusat perbaikan umat. Tidak hanya itu, pesantren juga punya peran untuk mendorong ekonomi serta sebagai sumber pemberdayaan masyarakat.

Rais Aam PBNU yang juga bakal cawapres KH Ma’ruf Amin mengingatkan, dalam kitab Fathul Mu'in disebutkan tugas fardu kifayah pesantren antara lain membangun dan mengembangkan ilmu syara', fiqih, tafsir, hadist dan ilmu pesantren lainnya.

Tugas fardu kifayah pesantren lainnya yakni daf'u dharorin atau menghilangkan kemudaratan. Pesantren dalam hal ini mesti menghilangkan kelaparan, membantu pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga persoalan sandang umat.

"Kalau ada masyarakat kelaparan, kekurangan pakaian, kurang pendidikan, kurang kesehatan, pesantren ikut berdosa. Karenanya, kita harus menggerakkan kemandirian ekonominya, untuk turut serta mengeliminir kemiskinan di negeri ini," ujar Kiai Ma’ruf saat membuka Halaqah Entrepreneur dan Haul KH Masruri Abdul Mughni di Ponpes Al Hikmah 2, Brebes, Jawa Tengah, Selasa (11/9/2018).

Ma’ruf menuturkan, pesantren harus siap menjadi pusat pemberdayaan ekonomi untuk menggerakkan ekonomi umat dan menghilangkan kesenjangan. "Pak Jokowi sudah menyetujui ini. Karena itu, pemerintah membina koperasi dan pesantren agar lebih berdaya ekonominya. Pemerintah juga mendorong para pelaku ekonomi kelas atas, para konglomerat untuk bermitra dengan pesantren dengan pelaku ekonomi kecil, agar distribusi ekonomi lebih merata," ujarnya.

 


Pesantren yang mandiri secara ekonomi, menurut Ma’ruf, menjadi pendorong ekonomi nasional. Karena sejatinya di pesantren juga diajarkan ilmu-ilmu ekonomi yang bisa diterapkan dan dikembangkan di tengah masyarakat.

"Dalam fiqih pesantren, urusan jual beli hingga urusan musyarakah, penanaman modal, asuransi dan pengelolaan usaha itu diajarkan dalam fiqih. Sekarang santri harus bisa mempraktikkannya, untuk menggerakkan ekonomi Indonesia,” kata Ketua Umum MUI nonaktif ini.

Ma’ruf menekankan, sistem ekonomi ala pesantren saat ini telah diakui sebagai bagian dari sistem ekonomi nasional. Salah satu wujudnya, ada undang-undang tentang ekonomi syariah dan perbankan syariah. "Bahkan, sekarang sudah dibentuk Komunitas Masyarakat Ekonomi Syariah yang diketuai langsung oleh Presiden Jokowi," kata dia.

BACA JUGA: Mbah Maimoen: Jadi Cawapres, Kiai Ma'ruf Amin Laksanakan Fardu Kifayah

Menurut Ma’ruf, Presiden Jokowi merupakan presiden yang punya perhatian besar terhadap pesantren. Penetapan Hari Santri Nasional, pemberdayaan ekonomi pesantren dan sejumlah kebijakan yang pro-pesantren lainnya, kata dia, menjadi bukti tingginya perhatian Jokowi terhadap santri.

Hadir dalam Halaqah Entrepreneur Kemandirian Pesantren ini sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat daerah, antara lain Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimun Zubair dan Syuriah PBNU asal Jawa Tengah KH Subhan Makmun.

Taj Yasin menuturkan, langkah Kiai Ma’ruf dalam menggerakkan dan memberdayakan ekonomi umat menginspirasi dirinya untuk memperkuat kebijakan pemberdayaan pesantren."Pemprov Jawa Tengah berkomitmen untuk meningkatkan ekonomi pesantren. Melalui sejumlah kebijakan," kata dia.

Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Jawa Tengah Bambang mengamini pernyataan Taj Yasin. BI Jateng memandang pesantren sebagai entitas penting di tengah masyarakat.

"Tak hanya perannya dalam pengembangan pendidikan, tetapi juga dalam hal menggerakkan ekonomi masyarakat. Karenanya saat ini salahsatu basis ekonomi yang harus kita berdayakan, kita hidupkan adalah pesantren," ujarnya.

Bambang jug mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir (pascasejumlah inisiasi ekonomi keumatan yang digalang Ma’ruf Amin) Bank Indonesia mulai bergerak ke pesantren.

"Karena pesantren juga punya pengaruh yang besar untuk menstimulasi ekonomi masyarakat. Bank Indonesia melihat salah satu nilai ekonomi pesantren yang bisa kita stimulasi adalah dalam hal pengelolaan air dan pengelolaan sampah," ujarnya.


Editor : Zen Teguh