Macet Parah di Pantura Demak akibat Perbaikan Jembatan Kurang Matang

Kastolani ยท Selasa, 11 September 2018 - 21:45 WIB
Macet Parah di Pantura Demak akibat Perbaikan Jembatan Kurang Matang

Kemacetan parah hampir tiap hari terjadi di jalur Pantura Demak, Jateng akibat proyek perbaikan Jembatan Tuntang. (Foto: Dok.iNews.id)

SEMARANG, iNews.id - Perbaikan Jembatan Sungai Tuntang di Desa Kalikondang, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah dinilai tak dipersiapkan dengan matang. Imbasnya, perbaikan jembatan yang berada di jalur Pantura tersebut memicu kemacetan di mana-mana.

Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah, Ida Nursa’adah mengatakan, sebelum dilakukan perbaikan, semestinya disiapkan jembatan darurat untuk kelancaran arus lalu lintas.

“Karena selama ini di luar harus melintas jalur alternatif, tidak ada jembatan yang layak untuk menampung arus lalu-lintas yang sedemikian padat dan penuh kendaraan berat di jalur pantura,” katanya, Selasa (11/9/2018).

Politisi PKB ini menambahkan, selama ini langkah yang diambil adalah mengalihkan arus lalu-lintas ke jalur alternatif. Salah satunya melintas di Jalur Dempet-Gubug-Semarang. “Tapi jalur ini akhirnya juga menjadi macet, karena jalan tidak cukup lebar, sementara jumlah kendaraan meningkat,” tutur perempuan yang akrab disapa Ida NS ini.

BACA JUGA: Jembatan Tuntang Baru di Demak Diperbaiki, Jalur Pantura Macet 10 Km

Apalagi, lanjut dia, jika ada kendaraan-kendaraan besar yang ikut melintas di jalur alternatif ini. “Karena di jalur alternatif ini juga banyak tempat-tempat industri yang cukup besar, yakni sepanjang jalur Gubug hingga Mranggen,” katanya.

Atas dasar itu, Sekretaris FPKB DPRD Jateng ini meminta ada petugas yang selalu siap di jalur-jalur alternatif, baik dari kepolisian, maupun Dinas Perhubungan.

“Apalagi sosialisasi jalur alternatif juga saya rasa kurang, begitu pula rambu-rambu pengalihan arus. Jangan sampai jalur pantura macet parah, dan jalur alternatif juga sama-sama macet parah,” katanya.

Perempuan asal Demak ini menambahkan, pelayanan maksimal harus diberikan kepada para pengguna jalan. Apalagi jalur pantura merupakan jalur yang menjadi arus ekonomi masyarakat. “Jangan sampai berdampak besar pada arus perekonomian masyarakat akibat kemacetan ini,” ucapnya.

Perbaikan jembatan di Kalikondang dilakukan sejak 7 September 2018 lalu. Perbaikan dilakukan untuk mengganti pelat jembatan atau besi penyangga di bagian bawah.

Akibat proyek tersebut, harus dilakukan pembongkaran sekitar 6x9 meter badan jembatan. Karena plat tersebut sudah rapuh dan dapat merusak aspal atau beton. Proses perbaikan membutuhkan waktu hingga akhir September ini.


Editor : Kastolani Marzuki