Hutan Gunung Sumbing Terbakar, 541 Pendaki Berhasil Dievakuasi

Antara, Didik Dono Hartono ยท Selasa, 11 September 2018 - 23:45 WIB
Hutan Gunung Sumbing Terbakar, 541 Pendaki Berhasil Dievakuasi

Anggota SAR Temanggung menunjukkan kawasan hutan yang terbakar di Gunung Sumbing, Jawa Tengah. (Foto: iNews.id/Didik Dono Hartono)

MAGELANG, iNews.id - Ratusan pendaki Gunung Sumbing di perbatasan Kabupaten Magelang, Temanggung, dan Wonosobo, Jawa Tengah, berhasil dievakuasi menyusul terjadinya kebakaran hutan di gunung tersebut pada Senin (10/9/2018) petang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan, berdasarkan pendataan yang dilakukan BPBD Kabupaten Magelang hingga Selasa sore sebanyak 541 pendaki berhasil dievakuasi dengan selamat.

“Dari 541 pendaki yang telah dievakuasi terdiri atas 516 orang sudah berada di basecamp dan 25 orang lainnya berada di Pos 1 jalur pendakian Butuh,” katanya, Selasa (11/9/2018).

Menurut Edy, pada Senin (10/9/2018) tercatat sebanyak 541 orang melakukan pendakian di Gunung Sumbing dan mereka tercatat di tiga basecamp pendakian, yakni basecamp Adipuro sebanyak 74 orang, basecamp Mangli 53 orang dan basecamp Butuh sebanyak 414 orang.

BACA JUGA:

Hutan di Kawasan Gunung Sumbing Temanggung Terbakar

Ratusan Pendaki di Gunung Lawu Dievakuasi akibat Kebakaran Hutan




Dia menuturkan, sebanyak 127 pendaki sudah dievakuasi dan berada di basecamp Mangli dan Adipuro. Kemudian 389 pendaki sudah sampai di Butuh dan 25 orang lainnya sudah berada di Pos 1 jalur pendakian Butuh.

Edy mengatakan, upaya penyelamatan para pendaki tersebut dilakukan oleh satu tim terdiri atas lima orang sejak Senin (10/9) malam.

Kebakaran yang terjadi di petak 2 Bagian Kesatuan pemangku Hutan (BKPH) Magelang merupakan rembetan api yang berasal dari kebakaran petak 20 Resort Pemangku Hutan (RPH) Kecepit, BKPH Temanggung dan masuk administratif Desa Glapansari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, pada Senin malam telah merembet ke hutan yang masuk wilayah Kaliangkrik Kabupaten Magelang.

"Hutan yang terbakar tersebut berada di petak 2 Magelang atau Pos 4 pendakian Kaliangkrik, yakni masuk wilayah administratif Desa Butuh, Mangli dan Prampelan," katanya.

Edy mengatakan upaya pemadaman api yang membakar hutan Gunung Sumbing di wilayah Kabupaten Magelang untuk sementara ditangani langsung dari Perhutani KPH Kedu Utara dan relawan dari Temanggung. Selain itu, dilakukan oleh tim gabungan BPBD, Satpol PP dan Damkar, PMI, basecamp pendakian dan relawan gabungan.

Hingga Selasa sore, api terlihat masih membesar dan membakar areal tanaman yang ada di lereng Gunung Sumbing. Kobaran api semakin membesar dan membuat para relawan kesulitan untuk memadamkan api.

Selain dengan cara manual yakni digebuk dengan ranting kayu, tim gabungan dari Perhutani, TNI/Polri, dan relawan juga melakukan penyekatan, yakni membuat sekat atau parit kecil untuk memutus api agar tidak merambat.

Menurut Plt Kepala BPBD Temanggung, Gito Walngadi, kobaran api telah meluas hingga memasuki wilayah Magelang. Sementara areal yang terbakar hampir mencapai pos dua yakni, areal tanaman pohon pinus.
“Jika tidak segera dipadamkan kerusakan lingkungan membuat ekosistem terganggu dan hutan menjadi gundul,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki