Geger Mayat Ibu dan Anak di Sungai Pemali Brebes, Diduga Bunuh Diri

Taufik Budi, Yunibar ยท Rabu, 12 September 2018 - 09:27 WIB
Geger Mayat Ibu dan Anak di Sungai Pemali Brebes, Diduga Bunuh Diri

Polisi dan masyarakat di sekitar Sungai Pemali Brebes saat mengevakuasi jasad balita laki-laki. (Foto: iNews/Yunibar)

BREBES, iNews.id – Masyarakat di Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari, Brebes, Jawa Tengah (Jateng) digegerkan dengan penemuan mayat di aliran Sungai Pemali dalam dua hari berturut-turut. Pertama mereka mendapati jasad bocah yang diperkirakan berusia tiga tahun pada Senin (10/9/2018).

Polisi bersama petugas SAR mengevakuasi jasad bocah yang tidak diketahui identitasnya tersebut. Untuk proses identifiksasi, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes. Tidak ada tanda-tanda bekas penganiayaan di tubuhnya, hanya ditemukan ciri khusus tahi lalat di pelipis sebelah kiri.

Sehari berselang, warga kembali dikejutkan dengan temuan mayat wanita muda yang mengambang di aliran sungai yang sama, tak jauh dari lokasi penemuan jasad balita. Tak butuh waktu lama, polisi beserta warga langsung mengevakuasinya.

Masyarakat setempat mengenali identitas mayat perempuan itu sebagai Diah Pamularsih (24). Penemuan jenazah kedua ini sekaligus mengungkap identitas mayat bocah yang ditemukan sebelumnya. Bocah itu diketahui bernama Abdul Falah Eka Cahya (3), yang tak lain merupakan Diah. Dugaan sementara, ibu muda itu nekat mengajak anaknya untuk mengakhiri hidup dengan cara menceburkan diri ke sungai.

Mertua korban Ismanto mengatakan, sebelum ditemukan tak bernyawa, menantu dan cucunya tersebut berpamitan akan berjalan-jalan, Senin (10/9/2018). Namun, mereka tak memberitahu secara jalas tujuannya. "Almarhum berpamitan kepada keluarga untuk pergi jalan-jalan ke depan situ," kata Ismanto, Selasa (12/9/2018).

Untuk memastikan penyebab kematian korban, hingga saat ini petugas Polsek Wanasari Brebes masih melakukan penyelidikan. Jenazah balita Abdul Falah, akan dimakamkan di Desa Pesantunan, sedangkan ibunya dikuburkan di desa orang tuanya di Bulakamba, Brebes.


Editor : Donald Karouw