Kesepian Ditinggal Istri, Duda Ini Cabuli 3 Bocah SMP di Banyumas

Saladin Ayyubi ยท Rabu, 12 September 2018 - 18:10 WIB
Kesepian Ditinggal Istri, Duda Ini Cabuli 3 Bocah SMP di Banyumas

Penyidik Satreskrim Polres Banyumas menunjukkan baju seragam SMP milik korban pencabulan yang dijadikan barang bukti. (Foto: iNews.id/Saladin Ayyubi)

BANYUMAS, iNews.id - Kesepian akibat ditinggal cerai istri selama lima tahun, Dirin, warga Desa Suro, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah nekat mencabuli tiga bocah yang masih tetangganya.

Aksi bejat Dirin itu terungkap setelah salah satu korban melaporkan ke orang tuanya. Dirin pun kemudian ditangkap polisi setelah buron selama hampir satu tahun. Jumlah korban pencabulan yang dilakukan tersangka diduga lebih dari tiga bocah karena belum semua korban melapor kasus itu ke polisi.

Wakil Kepala Polres (Wakapolres) Banyumas, Kompol Heru Budiharto mengatakan, aksi pencabulan tersebut terjadi pada Desember 2017 lalu di rumah tersangka. Modusnya, tersangka yang sudah hidup menduda sejak lima tahun lalu itu merayu korban dengan memberikan rokok dan kemudian mempertontonkan film porno.

“Usai menonton film porno tersebut terjadilah tindakan pencabulan. Tersangka berperan sebagai perempuan sementara korban yang masih remaja diminta untuk menyodomi tersangka,” kata Kompol Heru Budiharto, Rabu (12/9/2018).



BACA JUGA: Jadi Korban Pencabulan, Siswi SD di Blitar Digilir 8 Pemuda

Menurut Wakapolres, terungkapnya perbuatan cabul itu berawal saat salah satu dari orang tua korban curiga anaknya terlambat pulang ke rumah hingga dua hari. Saat ditanya kenapa pulang telat, korban mengungkapkan dirayu tersangka dengan diberi rokok dan dipertontonkan video porno di rumahnya hingga disuruh berbuat cabul. “Orang tua korban kemudian melaporkan ke polisi dan ternyata korbannya tidak hanya satu orang tapi ada tiga orang,” ujarnya.

Setelah menerima laporan dari orang tua korban, kata Wakapolres, anggota Satreskrim kemudian melakukan penyelidikan dan mendatangi rumah tersangka. “Saat ini yang terungkap dan melapor baru tiga korban. Tidak menutup kemungkinan ada korban lainnya,” katanya.

Heru mengatakan, saat hendak ditangkap tersangka yang memegang senjata tajam berusaha melawan dan berhasil kabur. Setelah buron sekitar sembilan bulan, tersangka berhasil ditangkap di rumahnya.

Kepada penyidik, tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas mengaku pernah menjadi korban pencabulan saat bekerja di Jakarta. “Ya, saya pernah digituin (sodomi) waktu kerja di Jakarta,” ucap Dirin.

Atas perbuatannya itu tersangka Dirin dijerat dengan Pasal 82 Undang-Undang No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Tersangka diancam hukuman penjara 15 tahun penjara.


Editor : Kastolani Marzuki