Kebakaran di Sumbing dan Sindoro Meluas, BPBD Usulkan Water Bombing

Didik Dono Hartono ยท Rabu, 12 September 2018 - 19:45 WIB
Kebakaran di Sumbing dan Sindoro Meluas, BPBD Usulkan Water Bombing

Kepulan asap dari kebakaran lahan dan hutan di lereng Gunung Sumbing, Temanggung terus meluas. (Foto: iNews.id/Didik Dono Hartono)

TEMANGGUNG, iNews.id – Kebakaran di lereng Gunung Sumbing dan Sindoro Temanggung, Jawa Tengah hingga kini belum bisa dipadamkan. Tim gabungan BPBD Temanggung bahkan kewalahan memadamkan api yang terus meluas.

Kobaran api bahkan sudah merembet ke bawah menuju  kawasan hutan pinus di Lamuk, Legoksari, Tembalak. Kencangnya tiupan angin membuat api dengan cepat membakar habis semua vegetasi kering yang ada di lereng kedua gunung tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung, Gito Winaldi mengungkapkan total areal vegetasi di Gunung Sumbing dan Sindoro yang ludes terbakar mencapai 542 hektare (ha). Rinciannya, kebakaran di Gunung Sumbing seluas 305 ha dan Sindoro 237 hektare.

“Kami kesulitan memadamkan api yang terus meluas. Sementara ini pemadaman dilakukan dengan cara manual dan penyekatan agar api tidak meluas,” kata Gito, Rabu (12/9/2018).

BACA JUGA: 


Hutan Gunung Sumbing Terbakar, 541 Pendaki Berhasil Dievakuasi

Hutan di Kawasan Gunung Sumbing Temanggung Terbakar



Gito mengatakan, kebakaran di Sumbing dan Sindoro jika tidak segera diatasi bisa mengakibatkan bencana pada musim hujan nanti karena kawasan vegetasi sudah ludes dilalap api. “Kalau tidak cepat ditangani, dikhawatirkan bisa longsor pada musim hujan nanti,” ucapnya.

Karena itu, kata Gito, BPBD Temanggung sudah mengusulkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar pemadaman dilakukan dengan menggunakan helikopter water bombing. “Sudah, sudah kita usulkan ke BNPB untuk mengirimkan helikopter water bombing. Tinggal menunggu saja,” katanya.

Kebakaran di Gunung Sindoro dan Sumbing itu sudah terjadi sejak Jumat (7/9/2018). Kebakaran tersebut semakin meluas hingga wilayah Magelang.


Editor : Kastolani Marzuki