Kebakaran Lereng Gunung Sindoro dan Sumbing

Petani Tembakau di Temanggung Tolak Pemadaman dengan Hujan Buatan

Antara, Didik Dono Hartono ยท Kamis, 13 September 2018 - 15:55 WIB
Petani Tembakau di Temanggung Tolak Pemadaman dengan Hujan Buatan

Kabut asap akibat kebakaran lereng Gunung Sindoro dan Sumbing. (Foto: iNews/Didik Dono Hartono)

TEMANGGUNG, iNews.id - Para petani tembakau di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menolak hujan buatan sebagai upaya memadamkan kebakaran hutan di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing. Pasalnya, hujan buatan akan menurunkan kualitas panen tembakau mereka.

"Kalau hujan buatan jadi dilakukan maka petani tembakau akan mengalami kerugian hingga puluhan miliar rupiah akibat menurunnya kualitas panen tembakau," kata Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Tengah, Wisnu Brata, Kamis (13/9/2018).

Wisnu menyebutkan, para petani tembakau di Kabupaten Temanggung akan memasuki masa panen pada akhir Oktober 2018. Menurutnya, pemadaman kebakaran di lereng Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing lebih baik menggunakan metode pemboman air karena air bisa langsung disiramkan ke titik-titik api.

"Kalau hujan buatan dengan angin yang berembus kencang seperti sekarang, dikhawatirkan airnya justru ke mana-mana dan mengenai tanaman tembakau yang mau dipanen," ujarnya.

BACA JUGA: Kebakaran di Sumbing dan Sindoro Meluas, BPBD Usulkan Water Bombing

Pada kesempatan sebelumnya, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Sarwa Pramana menyebutkan, para petani tembakau di Temanggung menolak pemanfaatan kearifan lokal, berupa pawang hujan, untuk memadamkan kebakaran hutan di lereng Gunung Sindoro-Sumbing.

"Saya masih bingung juga, mau mengundang pawang hujan, petani tembakau tidak boleh karena memasuki masa panen," katanya.

Kerugian akibat kebakaran hutan di lereng Gunung Sindoro-Sumbing diperkirakan Rp150 juta dengan luasan areal yang terbakar mencapai 542 hektare. Jumlah kerugian akibat kebakaran tersebut tidak terlalu besar karena yang terbakar hanya tanaman Albasia dan ilalang.

Berdasarkan pantauan iNews di lapangan, kebakaran di Gunung Sindoro dan Sumbing itu sudah terjadi sejak Jumat (7/9/2018). Kebakaran tersebut bahkan semakin meluas hingga wilayah Magelang.


Editor : Himas Puspito Putra