Polres Kendal Tangkap 6 Pengguna dan Pengedar Sabu Jaringan Malaysia

Eddie Prayitno ยท Jumat, 14 September 2018 - 20:30 WIB
Polres Kendal Tangkap 6 Pengguna dan Pengedar Sabu Jaringan Malaysia

Wakapolres Kendal Kompol Aan Hardiyansyah saat menginterogasi Fatkhul Munir, tersangka narkoba jaringan Malaysia. (Foto: iNews.id/Eddie Prayitno)

KENDAL, iNews.id – Tim Satresnarkoba Polres Kendal, Jawa Tengah menangkan enam pengedar dan pengguna narkoba jenis, Jumat (14/9/2018). Satu dari enam tersangka merupakan jaringan narkoba dari Malaysia yang nekat menelan sabu agar bisa lolos saat diperiksa di bandara maupun pelabuhan. Sedangkan lima tersangka lainnya merupakan pengguna dan salah satunya menjadi perangkat desa di wilayah Pageruyung.

Wakil Kepala Polres (Wakapolres) Kendal, Kompol Aan Hardiyansyah mengatakan, kelima pengguna narkoba ini dibekuk berdasarkan laporan dari warga yang resah dengan aktivitas pesta narkoba. “Sedangkan satu tersangka pengedar sabu-sabu ini merupakan jaringan yang sudah ditangkap Polda Jawa Tengah,” katanya.

Dia menyebutkan, lima pengguna sabu-sabu yang diamankan, yakni Sofiyana, Ardhi Arikawahyan, Donni Irawan, Suyono dan Nova Haris. Total barang bukti narkoba yang diamankan dalam Operasi Antik Candi 2018 ini sebanyak 49,713 gram sabu dan dua butir pil ekstasi. “Para tersangka bakal dijerat dengan Pasal 114 subsider 112 Undang-Undang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,” kata Kompol Aan.

BACA JUGA: 

Selain 150 Kg Sabu, Anggota DPRD Langkat Miliki 30.000 Pil Ekstasi

BNN: Sabu dan Ekstasi Milik Mantan Anggota DPRD Langkat Jenis Baru

Tersangka pengedar sabu, Fatkhul Munir mengaku mendapatkan sabu-sabu dari Malaysia dengan harga Rp350.000 per gram. Untuk membawa sabu-sabu ini, pelaku menelan hingga bisa melewati pemeriksaan di Pelabuhan Batam dan Bandara Soekarno-Hatta, maupun Bandara Ahmad Yani Semarang. “Rencananya barang haram itu akan saya jual di wilayah Kendal dengan harga Rp1,2 juta per gram,” katanya.

Salah satu pengguna narkoba, Sofiyana alias Poppy mengaku sudah mengonsumsi sabu sejak Juli 2018. “Hampir dua kali seminggu, saya isap sabu sama teman-teman,” ucapnya.

Menurut dia, barang haram didapat dari wilayah Temanggung dan digunakan bersama teman-temannya yang salah satunya perangkat desa di wilayah Pageruyung. “Sabu itu dibeli patungan,” katanya.

 


Editor : Kastolani Marzuki