World Cleanup Day

Ironi Sungai Bengawan Solo, Tempat Sampah Terpanjang di Pulau Jawa

Dedi Mahdi ยท Sabtu, 15 September 2018 - 13:54 WIB
Ironi Sungai Bengawan Solo, Tempat Sampah Terpanjang di Pulau Jawa

Kondisi persampahan di aliran Sungai Bengawan Solo yang kondisinya memperihatinkan. (Foto: iNews/Dedi Mahdi)

BONONEGORO, iNews.id – Masyarakat dunia memperingati World Cleanup Day atau Hari Bersih Sedunia, Sabtu (15/9/2018) hari ini. Dibalik kepedulian itu, persoalan sampah selalu menjadi momok yang tak pernah terselesaikan di daerah manapun di negeri ini.

Salah satunya masalah persampahan di Sungai Bengawan Solo yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa. Dengan alirannya yang membentang sepanjang 550 kilometer (Km), sungai ini kerap dianggap sebagai tempat sampah terbesar dan terpanjang di Nusantara.

Perilaku buruk masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan, begitu juga pihak lain yang asal melepas limbah ke aliran sungai menjadi pemicu rusak dan kumuhnya Bengawan Solo.


Pantauan iNews saat melintas sungai di daerah Bojonegoro, tampak tumpukan sampah di sepanjang aliran. Baik yang menempel di tebing, tersangkut ranting pohon di pinggir sungai, mau pun yang terbawa arus.

Segala jenis sampah bisa ditemukan. Mulai dari sampah platik, botol minuman, bekas bahan makanan, hingga popok dan lain sebagainya. Tumpukan sampah ini tidak hanya berasal dari Bojonegoro, namun sebagian besar datang dari wilayah hulu.

Yakni hulu di wilayah Jawa Tengah (Jateng),mulai dari Solo, Karanganyar, Sragen, Blora, dan hulu Jawa Timur, seperti Madiun, Ponorogo dan NBgawi. Sungai Bengawan Solo seakan menjadi tempat sampah terpanjang di Pulau Jawa ini.

Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Ahmad Fatoni tak menampik realita tersebut. Banyaknya sampah di Sungai Bengawan Solo memang disebabkan perilaku buruk masyarakat.

“Bojonegoro ini kan wilayah hilir, jadi selalu menerima limpahan sampah dari hulu. Tumpukan sampah ini akan terus mengalir hingga bermuara ke laut di kabupaten Gresik,” kata Fathoni, Sabtu (15/9/2018).

World Cleanup Day atau hari bersih sedunia ini bisa menjadi salah satu momentum untuk kampanye cinta lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, khususnya di wilayah Sungai Bengawan Solo.

“Jadi bukan hanya sampah, namun juga ada polutan, racun dan limbah lainnya yang berbahaya di aliran Sungai Bengawan Solo,” ujarnya.


Editor : Donald Karouw