Gara-gara Bakar Sampah di Bengkel, 10 Bus Terbakar di Temanggung

Didik Dono Hartono · Sabtu, 15 September 2018 - 20:01 WIB
Gara-gara Bakar Sampah di Bengkel, 10 Bus Terbakar di Temanggung

Pemadam kebakaran dan karyawan berusaha memadamkan api di bengkel Karoseri Anugerah di Jalan Raya Temanggung-Magelang, Jateng, Sa (Foto: iNews/Didik Dono Hartono)

TEMANGGUNG, iNews.id – Kebakaran hebat melanda sebuah bengkel Karoseri Anugerah yang berada di Jalan Raya Temanggung-Magelang, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu sore (15/9/2018). Sedikitnya 10 bus terbakar dalam kejadian di Desa Pare, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung itu. Namun, tidak ada korban jiwa dalam musibah itu.

Pantauan iNews, kepulan asap hitam pekat membubung tinggi. Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang telanjur membakar beberapa bahan atau material yang mudah terbakar. Sementara para karyawan berusaha untuk menjauhkan gas dan bus-bus yang belum terbakar keluar dari lokasi.

Namun, sedikitnya 10 bus tidak bisa dievakuasi dan hangus terbakar. Bahkan, beberapa kali terdengar suara ledakan yang diduga berasal dari ban-ban bus tersebut.

Menurut salah seorang karyawan, Tarjo, kebakaran bermula dari seorang karyawan perusahaan yang membakar sampah di dalam lokasi karoseri. Dia tidak menyadari, percikan api menyambar beberapa bahan yang mudah terbakar. Api dengan cepat membesar dan membakar sejumlah bus yang tak jauh dari lokasi api.

“Awalnya ada karyawan yang bakar sampah, ternyata apinya sampai ke depan dan membakar bus-bus di bengkel. Ada sekitar 10 bus yang terbakar. Tadi sempat terdengar suara ledakan dari ban yang terbakar,” kata Tarjo.

Dibutuhkan waktu hingga beberapa jam untuk memadamkan kobaran api tersebut. Petugas pemadam kebakaran mengerahkan 15 unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Temanggung dan Magelang.

Sementara arus lalu lintas harus ditutup total untuk memudahkan mobil pemadam menuju lokasi. Beruntung api tak merambat ke rumah warga yang jaraknya cukup dekat dengan lokasi kejadian. Kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai miliaran rupiah.


Editor : Maria Christina