Ini Motif Remaja yang Bunuh Wanita Muda di Sunan Kuning Semarang

Wisnu Wardhana ยท Minggu, 16 September 2018 - 17:01 WIB
Ini Motif Remaja yang Bunuh Wanita Muda di Sunan Kuning Semarang

tersangka pembunuhan terhadap Ninin, DC (kanan) saat diinterogasi polisi di Mapolsek Semarang Barat, Kota Semarang, Minggu (16/9/2018). (Foto: iNews.id/Wisnu Wardhana)

SEMARANG, iNews.id – Motif pelaku berinisial DC membunuh Ayu Sinar Agustin alias Ninin (23) penghuni Wisa dan Karaoke Mr Classic kawasan Lokalisasi Argorejo, Sunan Kuning, Semarang Barat, Kota Semarang, Rabu (12/9/2018) lalu, akhirnya terungkap.

Pelaku yang masih berusia 16 tahun ini mengaku nekat menghabisi korban karena kecewa akibat tidak mendapat pelayanan memuaskan.

Warga Babankerep, Ngaliyan, Semarang itu berdalih dikecewakan korban saat pertama kali berhubungan seks. Kekecewaan tersebut semakin memuncak setelah korban meminta bayaran lebih, namun tersangka tidak mempunyai uang. Karena kalap, tersangka kemudian mencekik leher korban dan membekapnya dengan bantal.

“Saya kecewa karena tidak puas dengan cara korban melayani saya. Dia (korban) juga minta bayaran lagi. Saya emosi lalu cekik lehernya dan mulutnya saya tutup bantal,” kata DC di Mapolsek Semarang Barat, Minggu (16/9/2018).

BACA JUGA: 

Pembunuh Wanita di Sungai Kuning Ditangkap, Usianya Masih 16 Tahun

Ini Janji Terakhir Ninin Korban Pembunuhan di Lokalisasi Sunan Kuning

Setelah membunuh, tersangka kemudian menyiramkan oli bekas yang ke sekujur tubuh korban dan area kamar dengan tujuan untuk menghilangkan jejak. Remaja yang hanya lulusan SD ini kemudian pulang ke rumahnya dan bekerja sebagai pengantar air mineral galon seperti biasanya.

"Saya sudah bawa oli dari rumah. Lalu saya siramkan ke seluruh tubuh korban yang tewas telanjang bulat di atas kasur. Tujuannya ya untuk menghilangkan jejak," katanya.

Kapolsek Semarang Barat, Kompol Donny Eko mengatakan, tersangka berhasil ditangkap di daerah Ngaliyan dan diserahkan ke Polsek Semarang Barat pada Sabtu, (15/9/2018) dini hari. “Kami juga mengamankan barang bukti sepeda motor yang digunakan untuk mendatangi korban,” katanya.

Saat ditangkap petugas, pelaku mengakui bahwa dialah yang membunuh Ninin. Beberapa jam setelah penangkapan, pelaku langsung dibawa ke lokasi kejadian untuk melakukan rekontruksi. Namun karena lokasi kejadian dalam keadaan terkunci rapat, rekontruksi batal dilakukan. “Pelaku akhinya dibawa ke kantor Polsek Semarang Barat,” ucapnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 340 KUHP juncto 365 KUHP tentang Pembunuhan Berencana disertai dengan pencurian dan kekerasan. Tersangka diancam hukuman maksimal seumur hidup.


Editor : Kastolani Marzuki