Panglima TNI: Taruna-Taruni Harus Siap Hadapi Era Revolusi Industri

Kastolani ยท Minggu, 16 September 2018 - 20:32 WIB
Panglima TNI: Taruna-Taruni Harus Siap Hadapi Era Revolusi Industri

Panglkima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat meresmikan Monumen Alutsista TNI-Polri di Lembah Tidar, Magelang, Jawa Tengah. (Foto: Puspen TNI)

MAGELANG, iNews.id – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan kekuatan militer menjadi salah satu unsur penting dalam menghadapi perkembangan tatanan dunia baru yang diwarnai dengan era revolusi industri. Sebab, permasalahan teknologi telah mengubah seluruh tatanan strategi militer maupun Polri.

“Perkembangan era revolusi industri ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh para Taruna-Taruni Akademi Militer di masa kini,” kata Panglima TNI di hadapan para Taruna dan Taruni Tingkat Tiga pada acara makan siang bersama dalam rangka Reuni TNI-Polri Angkatan 1986 di Akademi Militer Magelang (Akmil), Jawa Tengah, Sabtu (15/9/2018).

Panglima TNI menyampaikan bahwa kehadiran para perwira TNI-Polri Angkatan 1986 di Akmil Magelang ini, selain melaksanakan reuni juga ingin berbagi pengetahuan mengenai berbagai tantangan yang harus dihadapi oleh para Taruna-Taruni di masa mendatang. “Tantangan yang kami hadapi di masa berbakti kami adalah Revolusi Industri 3.0 yang masih berlangsung sampai sekarang,” ujarnya.




BACA JUGA: 

Panglima TNI Buka Acara Gebyar Karya Pertiwi

Panglima TNI: Waspadai Ancaman Siber dari Dalam dan Luar Negeri

Menurut Hadi Tjahjanto, kehadiran perwira TNI-Polri Angkatan 1986 juga dalam rangka mempersiapkan para Taruna-Taruni untuk menghadapi era revolusi industri 4.0 termasuk tantangan geopolitik d imasa mendatang. “Hal ini bisa dihadapi apabila para perwira TNI-Polri terus bersinergi satu dengan yang lain,” tandasnya.

Di sisi lain, Panglima TNI menyampaikan bahwa  Indonesia termasuk dalam wilayah Indo Pasifik sehingga memiliki peluang dan tantangan untuk menghadapi perubahan geopolitik. Oleh karena itu, Indonesia perlu menjalin kerja sama dengan negara lain baik hubungan bilateral maupun multilateral.

“Poin yang perlu dibangun Indonesia melalui kegiatan bilateral maupun multilateral,  yaitu sharing informasi dengan negara lain, membangun kapasitas dan kepercayaan dengan negara lain dan membangun interoperabilty kerja sama dengan negara lain,” kata Panglima TNI.

Setelah menghadiri Reuni TNI-Polri, Panglima TNI meresmikan Monumen Alutsista TNI-Polri di Lembah Tidar, Magelang. Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa rekan-rekan TNI-Polri Angkatan 1986 tidak akan pernah lupa dengan yang namanya Lembah Tidar apalagi Lapangan Sapta Marga. “Itu adalah kenangan yang dialami oleh seluruh Perwira TNI-Polri,” ucapnya.

Reuni TNI-Polri Angkatan 1986 diikuti oleh 414 Perwira terbagi empat angkatan, terdiri atas 165 perwira AD, 52 perwira AL, 49 perwira AU dan 148 perwira Polri.

Turut hadir sebagai peserta reuni Angkatan 1986 di antaranya, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna,Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman, Staf Khusus Kasal Laksda TNI Tri Wahyudi Sukarno, Gubernur Akmil Mayjen TNI Eka Wiharsa, Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen Pol Chairul Noor Alamsyah.

 


Editor : Kastolani Marzuki