25 Anggota Perguruan Silat Jadi Tersangka Pengeroyok Eks Kasat Reskrim Wonogiri

Antara ยท Rabu, 29 Mei 2019 - 15:59 WIB
25 Anggota Perguruan Silat Jadi Tersangka Pengeroyok Eks Kasat Reskrim Wonogiri

Ilustrasi pengeroyokan. (Foto: Okezone)

WONOGIRI, iNews.id – Tim Penyidik Polres Wonogiri dibantu Polda Jawa Tengah (Jateng) menetapkan 25 anggota perguruan silat sebagai tersangka pengeroyokan dan penganiayaan mantan Kasat Reskrim AKP Aditya Mulya Ramdhani di Kecamatan Sidoharjo kabupaten setempat. Sebanyak sembilan di antaranya terlibat langsung.

“Polisi tetapkan 25 tersangka, dan sembilan tersangka di antaranya terlibat melakukan penganiayaan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmaja didampingi Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwiyati dalam konferensi pers di Mapolres Wonogiri, Rabu (29/5/2019).

Agus mengatakan, kesembilan pelaku pegeroyokan tersebut mengaku terlibat melakukan penganiayaan terhadap anggota polisi Aditya dengan menggunakan bambu, senjata tajam, dan tangan kosong.

BACA JUGA:

Kasatreskrim Wonogiri Sudah 5 Hari Koma di RS, Begini Penjelasan Tim Medis

Kondisi Masih Kritis, Kasatreskrim Polres Wonogiri Diterbangkan ke Singapura

Kesembilan pelaku tersebut berinisial AP, DFR, P, ER, AH, HPA, S, A, dan JN. Satu pelaku diketahui masih di bawah umur berinisial AP (17). Sedangkan dua pelaku lainnya mengaku terlibat melawan Aditya, dan 14 orang sisanya melakukan perusakan atau berbuat anarkis saat kejadian.

“Kami menahan 15 tersangka sedangkan 10 orang lainnya tidak ditahan dan dikenai wajib lapor. Pertimbangannya mereka masih di bawah umur,” katanya.

Tim penyidik mengungkapkan, sembilan pelaku yang merupakan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) mengaku melakukan penganiayaan terhadap anggota polisi karena dikira salah satu anggota PSH Winongo di Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri.

Menurut dia, ada kemungkinan jumlah tersangka yang melakukan penganiayaan terhadap anggota polisi tersebut bisa bertambah. Pasalnya, tim penyidik terus melakukan pengembangan kasus penganiayaan itu.

Atas perbuatanya, delapan tersangka dewasa akan dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Sementara satu pelaku yang masih di bawah umur akan dikenai Undang-Undang tentang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014.

Selain itu, dua tersangka yang melawan petugas, akan dikenai Pasal 214 KUHP, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara dan 14 tersangka lainnya diancam lima tahun.

Peristiwa penganiayaan yang menimpa AKP Aditya Mulya tersebut berawal dari kedua perguruan silat yang akan bentrok. Aditya yang mengendarai mobil bersama anggotanya turun dan menghalau massa PSHT agar tidak terjadi bentrokan.

Anggota polisi tersebut justru menjadi korban penganiayaan oleh massa PSHT. Korban dianiaya karena dikira salah satu anggota PSH Winongo. Korban dikeroyok hingga tidak sadarkan diri. Warga kemudian membawanya ke RSU Dr Oen Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Korban akhirnya diterbangkan ke Rumah Sakit Singapora General Hospital pada Kamis (16/5/2019) dan mulai menunjukkan perkembangan. Kabar terbaru, Aditya sudah dipindahkan dari ruang ICU ke ruang perawatan di Singapore General Hospital, Rabu ini. Namun, kondisinya belum sadarkan diri.


Editor : Maria Christina