8 Mobil dan 4 Motor Terbakar di Tempat Penitipan Kota Pekalongan

Antara ยท Senin, 08 Oktober 2018 - 17:14 WIB
8 Mobil dan 4 Motor Terbakar di Tempat Penitipan Kota Pekalongan

Ilustrasi kebakaran mobil. (Foto: Okezone)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

PEKALONGAN, iNews.id - Delapan mobil dan empat sepeda motor ludes terbakar di tempat penitipan kendaraan toko "Batik BL", Jalan Kiai Haji Mansyur, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (8/10/2018) sekitar pukul 11.30 WIB. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Warga setempat, Yusuf (33) mengatakan, terbakarnya garasi di toko "Batik BL" ini mulai terlihat sekitar pukul 11.30 WIB. Kobaran api diduga berasal dari posisi samping truk yang sedang diparkir di tempat penitipan kendaraan.

Dia melihat kobaran api berasal di sebelah samping truk yang sedang diparkir. "Setelah melihat kobaran api, saya langsung minta bantuan kepada warga untuk menghubungi dinas pemadam kebakaran," katanya.

Menurut dia, selama ini garasi toko "Batik BL" dijadikan tempat penitipan kendaraan, seperti mobil dan truk, karena memiliki lokasi yang relatif cukup luas.

"Lokasi tersebut memang dijadikan tempat penitipan kendaraan dan biasanya beberapa kendaraan, seperti truk dan mobil pribadi, dititipkan di lokasi tersebut," ucapnya.

Kepala Satuan Bhayangkara Polres Pekalongan Kota AKP Sumarjo mengatakan, polisi masih menyelidikan kasus terbakarnya delapan mobil yang berada di garasi toko Batik BL tersebut.

"Kami menerima informasi terbakarnya delapan mobil di garasi toko Batik BL sekitar pukul 11.30 WIB. Di garasi itu ada enam mobil, dua truk dan empat sepeda motor yang ikut terbakar," ujarnya.

Saat ini kobaran api yang membakar delapan mobil dan empat sepeda motor itu sudah dapat dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran dan polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Kasus itu masih pada tahap penyelidikan dan masih dilakukan oleh TKP dari tim inafis Polres Pekalongan Kota. Penyebab terbakarnya kasus itu belum diketahui karena masih dalam penyelidikan," ucap Sumarjo.


Editor : Himas Puspito Putra