Aktivitas Meningkat, Gunung Merapi Semburkan Awan Panas dan Asap Tebal

Taufik Budi ยท Sabtu, 09 Februari 2019 - 08:47 WIB
Aktivitas Meningkat, Gunung Merapi Semburkan Awan Panas dan Asap Tebal

Ilustrasi petugas saat mengamati Gunung Merapi. (Foto: dok iNews)

SEMARANG, iNews.id – Aktivitas vulkanis Gunung Merapi masih cukup tinggi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut, dalam sepekan terakhir terjadi semburan awan panas dan asap tebal.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan, sepanjang 1 hingga 7 Februari, pihaknya merekam sejumlah peristiwa di Gunung Merapi. Hasil pengamatan visual, cuaca pada umumnya cerah pada pagi dan malam, sementara siang dan sore berkabut.

“Asap teramati berwarna putih tebal dengan tekanan gas lemah tinggi maksimum 150 meter teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang pada 3 Februari,” kata Hanik, Sabtu (9/2/2019).

Analisis morfologi berdasarkan foto dan sektor tenggara tidak menunjukkan adanya perubahan morfologi. Volume kubah lava juga relatif tetap dan tidak berubah dari data pekan sebelumnya. Sebagian besar ekstrusi lava yang terjadi langsung gugur ke hulu Kali Gendol.

BACA JUGA: Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran, BPPTKG: Waspada Abu Vulkanik

“Teramati awan panas guguran terjadi pada 7 Februari ke arah Kali Gendol. Awan panas guguran terjadi pada pukul 18.28 WIB dengan jarak luncur dua kilometer, amplitudo 70 milimeter dan durasi 215 detik,” ujarnya.

Dalam sepekan ini, kegempaan Gunung Merapi tercatat satu kali gempa awan panas (PF), 25 kali gempa hembusan (DG), dua kali gempa vulkanik dangkal (VTB), empat kali gempa fase banyak dalam (MP), 377 kali gempa guguran (RF), 11 kali gempa low frequency (LF), dan tujuh kali gempa tektonik (TT).

“Intensitas kegempaan pada pekan ini lebih tinggi dari sebelumnya,” ucapnya.

Petugas di Pos Pengamatan Gunung Merapi mengamati intensitas hujan tertinggi sebesar 50 mm per jam selama 30 menit di Pos Babadan pada tanggal 1 Februari. Kendati demikian, tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

BACA JUGA: Awan Panas Gunung Merapi Mengepul, BPPTKG Sebut Tak Berbahaya

“Kubah lava saat ini dalam kondisi stabil dengan laju pertumbuhan yang relatif rendah. Aktivitas vulkanis Gunung Merapi masih cukup tinggi dan ditetapkan dalam tingkat aktivitas Waspada,” ujar Hanik.

Dengan tingkat status Waspada tersebut, maka radius 3 Km dari puncak Gunung Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk dan pendakian. Jika terjadi perubahan yang signifikan, maka statusnya akan segera ditinjau kembali.

“Sehubungan dengan sudah terjadi beberapa kali awan panas dengan jarak luncur yang semakin besar, maka masyarakat di sekitar alur Kali Gendol agar meningkatkan kewaspadaan. Guguran lava dan awan panas berpotensi menimbulkan hujan abu. Masyarakat juga kami imbau untuk mewaspadai bahaya lahar, terutama saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw