Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Magelang Siapkan 500.000 Masker

Antara ยท Kamis, 10 Januari 2019 - 09:43 WIB
Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Magelang Siapkan 500.000 Masker

Foto kolase luncuran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Senin (7/1/2019) pagi. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

MAGELANG, iNews.id – Gunung Merapi akhir-akhir ini meluncurkan lava pijar yang mengarah ke hulu Kali Gendol Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sempat sempat mengakibatkan hujan abu di beberapa wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng), telah menyiapkan sebanyak 500.000 masker untuk mengantisipasi ancaman hujan abu.

“Sebanyak 150.000 masker saat ini telah disiapkan di desa-desa atau kecamatan di sekitar kawasan Gunung Merapi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto di Magelang, Kamis (10/1/2019).

Saat ini, aktivitas Gunung Merapi masih berstatus waspada atau Level II. Radius 3 kilometer (km) dari puncak Gunung Merapi tidak diperkenankan untuk aktivitas penduduk karena tetap ada ancaman lontaran pasir, kerikil atau batu apabila terjadi letusan.

“Kondisi Magelang sampai sekarang masih aman, namun kita harus meningkatkan kewaspadaan karena memang status Gunung Merapi saat ini waspada,” katanya.

BACA JUGA:

Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar, Warga Sering Dengar Suara Gemuruh

Malam Hari, Guguran Lava 500 Meter Meluncur dari Gunung Merapi

Dia menuturkan Merapi dalam proses pembentukan kubah lava. Karena itu, terkadang ada material kalau terkena angin besar dan debu beterbangan. Ini bagian dari ancaman Merapi meskipun tidak meletus.

Karena itu, BPBD Magelang menyiapkan masker untuk masyarakat yang sudah dibagikan ke kecamatan. Selanjutnya kecamatan yang akan menyerahkan ke desa yang membutuhkan. Masker hanya didistribusikan untuk desa-desa yang paling dekat dengan Merapi. “Persiapan masker ini untuk jangka pendeknya,” ujarnya.

Untuk jangka panjang, BPBD terus melakukan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat. Salah satunya konsep sister village atau desa bersaudara, yakni menjodohkan kampung yang berpotensi terkena bencana atau kawasan rawan bencana dengan kampung yang jauh lebih aman sebagai tempat pengungsian.


Editor : Maria Christina