Asyiknya Berwisata sambil Belajar di Taman Bacaan Jendela Dunia Pekalongan

Suryono ยท Sabtu, 04 November 2017 - 13:45 WIB
Asyiknya Berwisata sambil Belajar di Taman Bacaan Jendela Dunia Pekalongan

Siswa SD memilih buku yang disediakan mobil perpustakaan keliling di Wana Wisata Kali Paingan, Kajen, Pekalongan, Jawa Tengah. (Foto: iNews.id/Suryono)

PEKALONGAN, iNews.id - Kabupaten Pekalongan tak hanya dikenal sebagai Kota Santri dan batik. Daerah ini juga ternyata menyimpan lokasi wisata yang menarik dan sangat indah.

 

Ya, Wana Wisata Kali Paingan, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah ini menyajikan pemandangan elok nan menawan. Jernihnya sungai dan indahnya pemandangan membuat siapa pun akan betah berlama-lama di sini.


Objek wisata ini berada di pinggir jalan utama Pekalongan-Banjarnegara. Jika dari arah utara, pengunjung harus menempuh perjalanan sejauh 30 km dari jalur pantura.


Selain menawarkan keindahan alam, ternyata lokasi wisata ini juga ada tempat yang sangat menarik, yaitu taman bacaan masyarakat “ Jendela Dunia “. Tempatnya sangat strategis karena dekat dengan sungai dan kolam ikan, serta rumah makan, sehingga pas untuk menjadi tempat bersantai sambil menambah wawasan.

 

Koleksi buku di taman bacaan tersebut juga lumayan komplet. Ada ribuan buku bacaan baik ilmiah populer, fiksi, buka pengetahuan, cerpen, gambar, hingga komik.


Taman bacaan ini menjadi salah satu penarik wisatawan , karena pengunjung baik anak- anak maupun orang dewasa bisa bersenang- senang sambil manambah pengetahunan . Anak- anak yang sudah capai bermain air atau wahana alam, bisa langsung masuk dan memilih buku apasaja yang disukai .


Asyiknya lagi, membaca buku di tempat tersebut juga tidak dikenakan biaya. Pengunjung cukup menulis identitas diri di buku tamu dan buku pun bisa langsung dibaca di rungan taman bacaan atau dibawa ke lokasi wisata maupun tempat berkumpul.


Taman bacaan tersebut menjadi pilihan utama anak-anak. Mereka bisa menambah pengetahuan, teman, belajar dan bergembira bersama teman atau kenalan barunya.


“Saya sering sekali main ke sini bersama teman- teman satu sekolah, setelah puas bermain air di sungai dan mencoba wahana alami, lalu ke taman bacaan sambil istirahat bisa membaca buku . Membaca sangat menyengkan karena bisa menambah pengetahuan, informasi, ilmu dan mendapat teman baru juga hal- hal baru yang lain," ujar Ika Amelia, siswa kelas VI kepada iNews.id, Sabtu (04/11/2017).


Imam Nurhuda, pengelola taman bacaan mengatakan TBM ini sudah berdiri sejak enam tahun lalu. Selama ini biasa dinikmati pengunjung baik warga sekitar maupun warga luar daerah, seperti Pekalongan, Batang, dan Tegal. Wisatawan luar daerah, seperti Semarang, Jakarta, dan Bandung juga tak jarang mengunjungi lokasi yang sejuk dan asri ini .

“ Taman bacaan ini awalnya memang untuk meberikan tambahan pengetahuan bagi pengunjung . Wisatawan dibebaskan untuk meminjam buku bacaan , dibaca dilokasi ini dan langsung dikembalikan," kata Imam Nurhuda.


Dia mengatakan, buku-buku di taman bacaan itu kebanyakan dari sumbangan masyarakat dan pengunjung, juga dari jaringan 1001 buku dan CSR MNC Media. Saat ini, ada sekitar 2.000 judul buku dan ini masih bertambah terus karena banyak warga yang ikut menyumbang .


Diharapkan taman bacaan masyarakat jendela dunia ini bisa lebih banyak koleksi dan masyarakat semakin gemar membaca. Anak- anak lebih banyak waktu untuk bermain dan belajar dengan alam serta ditambah pengetahuan dari bacaan. Selain taman bacaan ini, juga sering disediakan mobil perpustakaan keliling dari pemerintah kabupaten.


Editor : Kastolani Marzuki