Banjir di Klaten Rendam 17 Desa, BPBD Jateng Distribusikan Bantuan

Saeful Efendi, Antara ยท Jumat, 08 Maret 2019 - 23:05 WIB
Banjir di Klaten Rendam 17 Desa, BPBD Jateng Distribusikan Bantuan

Tim SAR gabungan mengevakuasi pasien di Puskesmas Cawas, Klaten akibat banjir menggunakan traktor. (Foto: iNews.id/Saeful Efendi)

SEMARANG, iNews.id – Belasan desa di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah terendam banjir menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah itu Rabu (6/3/2019) hingga Kamis (7/3/2019) pagi.

Berdasarkan data BPBD Jateng, banjir melanda 17 desa di enam kecamatan. Sedangkan daerah terparah di tiga desa di Kecamatan Cawas.

Selain Kecamatan Cawas, kecamatan lain yang juga dilanda banjir adalah delapan desa di Kecamatan Bayat, dua desa di Kecamatan Wedi, dan masing-masing satu desa di Gantiwarno, Klaten Selatan dan Trucuk

Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jateng Sudaryanto mengatakan, curah hujan tinggi yang menyebabkan banjir di beberapa daerah saat ini sangat dipengaruhi oleh arah angin.

"Pada saat bencana itu, arah angin menuju ke selatan dan timur, maka yang kena wilayah Jateng bagian selatan dan timur, termasuk juga di wilayah Jawa Timur seperti Ngawi dan Madiun," ujarnya, Jumat (8/3/2019).

BACA JUGA: 5 Kecamatan di Klaten Terendam Banjir, 1 Rumah Terdampak Longsor

Dia menyebut bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Klaten merupakan fenomena hidrometeorologi. "Fenomena hidrometeorologi menyebabkan perubahan iklim yang berakibat perubahan curah hujan lebih dari 300 mm atau sangat tinggi," kata Sudaryanto.

Saat ini informasi dari BMKG diketahui arah angin masih menuju timur dan salah satu wilayah yang akan dilewati adalah Nusa Tenggara Timur.

Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan fenomena hidrometeorologi akan kembali ke Jateng sehingga Sudaryanto meminta masyarakat terus berkoordinasi dengan sukarelawan bencana di wilayah setempat.

Di sisi lain, lanjut dia, penerapan ilmu titen perlu terus digiatkan, antara lain jika hujan dengan intensitas tinggi selama dua jam maka masyarakat siap-siap untuk mengungsi.

Sebagai langkah penanganan banjir Klaten, BPBD kabupaten/kota dan provinsi telah mendirikan posko banjir di wlayah yang terdapat banyak pengungsi.

Salah satunya di Kecamatan Cawas yang tercatat ada 14 kepala keluarga yang terdiri dari 40 jiwa yang mengungsi. Banjir di Cawas ini selain merendam ratusan rumah warga, juga mengakibatkan puluhan pasien yang dirawat di puskesmas harus dievakuasi karena hampir seluruh ruangan terendam.

Evakuasi dilakukan mengunakan kendaraan alat berat mengingat banjir yang disebakan meluapnya Sungai Dengkeng induk Sungai Bengawan Solo terus meninggi.

Bantuan dari Pemerintah Provinsi Jateng juga telah didistribusikan seperti mi instan, beras, minyak dan bahan pangan pokok lainnya.


Editor : Kastolani Marzuki