Kerap Terjadi Kecelakaan di Tol Batang, RSI Muhammadiyah Kendal Tambah Daya Tampung Ruang IGD

Eddie Prayitno ยท Rabu, 02 Oktober 2019 - 01:00 WIB
Kerap Terjadi Kecelakaan di Tol Batang, RSI Muhammadiyah Kendal Tambah Daya Tampung Ruang IGD

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal, Ferinando Rad Bonay menggunting pita saat meresmikan ruang IGD di RSI Muhammadiyah Kendal. (Foto: iNews.id/Eddie Prayitno)

KENDAL, iNews.id - Rumah Sakit Islam (RSI) Muhamadiyah, Kendal menambah ruang khusus untuk penanganan korban kecelakaan lalu lintas. Ruangan tersebut rencananya mulai dioperasikan pertengahan Oktober ini.

Selain untuk menangani korban kecelakaan, ruang instalasi gawat darurat (IGD) ini juga disiapkan beberapa ruangan khusus mulai dari pasien melahirkan, penyakit menular, hingga korban bencana.

Daya tampung ruangan ini dalam keadaan normal ada 32 tempat tidur. Namun pihak rumah sakit menyiapkan ruangan jika nantinya terjadi bencana ataupun kejadian luar biasa.

"Ruang di bagian belakang disiapkan untuk menangani korban bencana lebih banyak dan bisa menampung hingga 70 pasien," kata Direktur RSI Muhammadiyah Kendal, Suhadi, Selasa (1/10/2019).

BACA JUGA: MNC Peduli dan RS PKU Muhammadiyah Operasi Hernia dan Katarak Gratis di Kebumen

Dia mengatakan, penambahan daya tampung ini dilakukan karena kecelakaan di Jalan Tol Batang-Semarang hampir tiap hari terjadi.

“Penambahan daya tampung ini karena hampir tiap hari ada korban kecelakaan tol. Ini juga mengantisipasi korban bencana ataupun kejadian luar biasa,” kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, dengan dibukanya ruang IGD RSI Muhamadiyah dengan daya tampung lebih banyak bisa menambah pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Meski belum memenuhi jumlah rasio kebutuhan pelayanan kesehatan di Kendal, namun setidaknya pelayanan kesehatan di wilayah pantura bisa terjangkau,” katanya.

BACA JUGA: Kecelakaan Maut Sedan Tabrak Truk Tronton di Tol Batang KM 355, 2 Orang Tewas

Feri mengakui, kebutuhan pelayanan kesehatan di wilayah Kendal masih minim, sehingga harapanya ke depan tempat pelayanan kesehatan di wilayah tersebut dapat dipenuhi.


Editor : Kastolani Marzuki