Bayi 6 Bulan Selamat Usai Tertimbun Material Tanah Longsor di Cilacap

Antara ยท Rabu, 05 Desember 2018 - 11:23 WIB
Bayi 6 Bulan Selamat Usai Tertimbun Material Tanah Longsor di Cilacap

Ilustrasi bencana tanah longsor. (Foto: Okezone)

CILACAP, iNews.id - Bencana tanah longsor dilaporkan terjadi di beberapa bagian Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, akibat hujan lebat pada Selasa (4/12/2018) siang hingga malam hari. Seorang bayi berusia enam bulan nyaris tewas tertimpa material longsor. Beruntung nyawanya masih bisa terselamatkan setelah ditolong warga setempat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Tri Komara Sidhy mengatakan, bencana tanah longsor di Dusun Sindangheula, Desa Malabar, Kecamatan Wanareja, menyebabkan satu rumah warga milik Rastono tertimpa material longsoran.

Dalam peristiwa itu, anak Rastono yang baru berusia enam bulan, Hilya Nur Asyifa Nuha, sempat tertimpa reruntuhan bangunan dan material longsoran saat tertidur di lantai setelah bermain boneka.

Ibunda Hilya, Siti Nurhasanah, yang mengetahui kejadian tersebut segera minta tolong kepada warga sekitar. Beruntung, nyawa sang bayi masih bisa ditolong dan langsung dibawa ke Puskesmas Wanareja 1 untuk menjalani perawatan.

"Tebing di Dusun Panimbang, Desa Mandala, Kecamatan Cimanggu, juga dilaporkan longsor pada hari Selasa (4/12/2018), sekitar pukul 18.00 WIB. Kami akan segera melakukan penanganan termasuk memberikan bantuan bagi warga yang terkena bencana," kata Tri Komara, Rabu (5/12/2018).

Sebelumnya, Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo mengatakan, berdasarkan data yang dikeluarkan Stasiun Klimatologi BMKG Semarang, curah hujan di wilayah Cilacap dan Banyumas secara umum berkisar 301-400 milimeter atau masuk kategori tinggi.

"Tetapi sebagian wilayah barat Cilacap masuk kategori menengah atau berkisar 201-300 milimeter, sedangkan sebagian kecil wilayah selatan Cilacap diprakirakan berkisar 401-500 milimeter atau masuk kategori tinggi," katanya.

Sementara di wilayah pegunungan tengah Jawa Tengah seperti Purbalingga bagian utara dan sebagian Banjarnegara, kata dia, curah hujan pada bulan Desember diprakirakan lebih dari 500 milimeter atau sangat tinggi.

Teguh mengimbau warga yang bermukim di daerah rawan banjir dan tanah longsor meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana saat hujan lebat.


Editor : Himas Puspito Putra