Belasan Anak Punk di Pekalongan Terjaring Razia Polisi

Suryono ยท Jumat, 08 Desember 2017 - 14:02 WIB
Belasan Anak Punk di Pekalongan Terjaring Razia Polisi

Ilustrasi penangkapan (Foto: Sindonews.com)

PEKALONGAN,  iNews.id - Aparat Kepolisian Resor (Polres) Pekalongan Kota, Jawa Tengah menggelar razia preman dan penyakit masyarakat di sepanjang lampu merah di jalur Pantura, Jumat (8/12/2017). Razia kali ini berhasil menjaring belasan anak jalanan.

Kepala Satuan (Kasat) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Pekalongan Kota, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Edi Sutrisno mengatakan, dalam operasi tersebut, polisi mengamankan 15 orang yang terdiri dari preman, pengamen, dan anak punk. Mereka terlihat sedang meminta sumbangan di lampu merah.

“Dari yang kami amati sebelumnya, kebanyakan mereka meminta uang sambil memaksa kepada masyarakat,” ujar Edi.

Belasan orang tersebut selanjutnya dibawa aparat Satreskrim Polres Pekalongan Kota untuk didata. Petugas juga memberikan pembinaan kepada mereka supaya tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari.

“Kami panggil pihak orang tua dan keluarga dari anak-anak ini agar mereka meminta anaknya tidak ke jalan lagi,” tuturnya. 

Dia menambahkan, dari hasil pemeriksaan, mereka mengaku terpaksa mengamen dan meminta sumbangan di lampu merah untuk mendapatkan uang jajan lebih. Biasanya, dalam sehari mereka bisa mengumpulkan uang sebesar Rp25.000 sampai Rp40.000.

“Ada yang mengaku ingin punya uang untuk jalan jalan. Namun, ada juga yang disuruh orang tuanya meminta sumbangan ke jalan untuk memenuhi keperluan sehari hari,” katanya. 

Menurut dia, ke depan pihaknya akan terus melakukan operasi serupa. Operasi tersebut diharapkan bisa menekan tindak kriminalitas di wilayah hukum Kota Pekalongan. “Razia kali ini, yang diamankan ternyata seluruhnya masih anak-anak. Nanti, kami akan terus mengintensifkan kembali operasi supaya masyarakat di sini merasa aman,” ungkap AKP Edi Sutrisno.


Editor : Dony Aprian