Berhadiah Rp70 Juta, Begini Meriahnya Festival Balon Syawalan di Kota Pekalongan

Suryono ยท Rabu, 12 Juni 2019 - 17:51 WIB
Berhadiah Rp70 Juta, Begini Meriahnya Festival Balon Syawalan di Kota Pekalongan

Ribuan warga menyaksikan festival balon tradisional yang digelar pada puncak Syawalan di Stadion Hoegeng Kota Pekalongan. (Foto-Foto: iNews.id/Suryono)

PEKALONGAN, iNews.id - Ribuan warga Kota Pekalongan menikmati kemeriahan festival balon tradisional pada puncak Syawalan, Rabu (12/6/2019). Puluhan balon warna warni menghias indah langit Kota Batik.

Tradisi tersebut rutin digelar warga di hari ketujuh Lebaran. Warga mulanya mengudarakan balon udara tanpa awak yang berukuran raksasa disertai petasan yang akan meledak saat di udara. Tradisi itu tentu sangat membahayakan karena bisa merusak rumah dan juga membahayakan keselamatan penerbangan.

Untuk mengurangi penerbangan balon liar yang membawa petasan, otoritas penerbangan yakni Air Navigation (Airnav) Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menggelar festival balon tradisional. Festival balon ini pun diatur khusus yaitu balon ditambatkan sepanjang 30 meter dan tidak diperbolehkan menyalakan petasan.

Warga pun menyambut baik upaya bersama dengan berbagai pihak untuk tetap melestarikan budaya tradisonal dan diarahkan agar tidak membahayakan keselamatan penerbangan juga warga. Event tersebut menjadi ajang kreasi warga juga bisa untuk menjadi destinasi wisata.

Direktur Utama Airnav Indonesia, Novie Riyanto mengatakan, festival balon tradisional ini merupakan yang kedua kalinya diadakan dalam rangka menjembatani budaya masyarakat dalam menerbangkan balon udara tradisional dengan keselamatan penerbangan.

“Budaya masyarakat dan keselamatan penerbangan dapat berjalan harmonis. Terbukti dapat dilihat pada hari ini masyarakat pekalongan dan sekitarnya tetap melakukan budaya mereka menerbangkan balon udara untuk memperingati momen Syawalan dengan cara ditambatkan,” katanya.

BACA JUGA: Bahayakan Penerbangan, Tradisi Balon Udara Diganti Festival Balon Tradisional

Dia menuturkan, dalam penyelenggaraan festival tahun ini, Airnav Indonesia bersama Pemkot Pekalongan telah melakukan sosialisasi ke masyarakat pada 20-24 Mei 2019.

Sosialisasi tersebut dijelaskan mengenai bahaya balon udara terhadap keselamatan penerbangan dan rencana festival balon udara sebagai salah satu media melestarikan tradisi menerbangkan balon udara.


Novie menyebutkan, jumlah peserta festival balon pada tahun ini ada 105 kelompok. Jumlah itu naik 100 persen lebih dibandingkan pada 2018 lalu yang hanya diikuti 30 kelompok.

“Pada festival kali ini setiap balon yang mengudara dan sesuai peraturan dinilai oleh tim juri. Festival dengan balon-balon udara yang ditambatkan justru tampak indah karena dikumpulkan di lokasi yang sama,” katanya.

Novie menambahkan, Airnav Indonesia menyiapkan beragam hadiah dan hiburan menarik dalam gelaran festival tahun ini. Total hadiah untuk peserta Java Traditional Balloon Festival 2019 mencapai Rp70 juta ditambah berbagai door prize menarik baik untuk peserta maupun hadirin yang memadati Stadion Hoegeng.

Festival balon tradisional pada puncak Syawalan juga mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Menurut Ganjar, dengan budaya festival balon tradisional ini bisa menyalurkan adat kebiasaan masyarakat Pekalongan.

“Masyarakat sudah mulai terbiasa dan antusias dalam mengimplementasikan Peretauran Menteri Nomor 40 Tahun 2018 tentang Penggunaan Balon Udara pada kegiatan budaya masyarakat,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki