Blangko E-KTP di Kendal Habis, Disdukcapil Minta Warga Bersabar

Eddie Prayitno ยท Kamis, 11 Juli 2019 - 17:53 WIB
Blangko E-KTP di Kendal Habis, Disdukcapil Minta Warga Bersabar

Warga mendatangi Kantor Disdukcapil Kendal untuk mengurus e-KTP. (Foto: iNews.id/Eddie Prayitno)

KENDAL, iNews.id – Blangko KTP elektronik (e-KTP) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kendal kembali kosong. Kondisi tersebut sudah terjadi sejak akhir Mei 2019 lalu.

Padahal, warga yang hendak mengurus e-KTP masih banyak. Sedangkan untuk blangko kartu identitas anak justru melimpah. Warga yang mengurus e-KTP untuk sementara mendapatkan surat keterangan menunggu material e-KT kiriman dari pusat.

Pantauan iNews, pasca-Pemilu 2019, warga terus mendatangi kantor Disdukcapil untuk mengurus e-KTP. Namun, mereka harus kecewa karena blangko habis sejak akhir Mei. Selaian mengurus data pindahan baik masuk maupun keluar, banyak warga yang mengurus kartu keluarga baik pemecahan, baru maupun perubahan status.

Kepala Disdukcapil Kendal, Bambang Dwiyono mengatakan, blangko e-KTP sebenarnya tidak habis, namun petugas hanya mengutamakan bagi mereka yang sudah merekam dan mendapat surat keterangan (suket) akan didahulukan dicetak.

“Tapi, bagi yang melakukan perekaman e-KTP baru akan mendapatkan suket dan menunggu dicetak jika sudah ada kiriman material tambahan dari pusat,” katanya.

BACA JUGA: Takut Tak Bisa Mencoblos di Pilgub, Warga Kendal Rela Antre Urus E-KTP

Dia menjelaskan, material e-KTP ini mulai menipis sejak akhir Mei lalu dan sampai sekarang belum ada kiriman dari pusat dan tidak tahu kapan akan dikirim. “Karena itu, Disdukcapil kembali mengeluarkan suket bagi pemohon e-KTP baru,” ujarnya.

Saat ini, Disdukcapil Kendal sedang menggencarkan kartu identitas anak (KIA) sejak akhir 2018. Disdukcapil mulai mengerjakan KAI dengan tenaga khusus, sehingga bagi anak usia di bawah lima tahun ketika mengurus akte  kelahiran akan langsung dibuatkan KIA.

Bambang mengimbau warga Kendal untuk bersabar bagi yang belum mendapatkan e-KTP karena materialnya belum datang.

 

 


Editor : Kastolani Marzuki