Bom di Pospam Tugu Kartasura, Pengamat Sebut Sel ISIS Masih Tumbuh di Indonesia

Taufik Budi ยท Kamis, 06 Juni 2019 - 11:47 WIB
Bom di Pospam Tugu Kartasura, Pengamat Sebut Sel ISIS Masih Tumbuh di Indonesia

TKP ledakan bom bunuh diri di Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (3/6/2019) malam. (Foto: Antara)

SEMARANG, iNews.id  -  Aksi bom bunuh diri di Pos Pengamanan (Pospam) Tugu Kartasura Sukoharjo, Senin (3/6/2019) malam, menjadi bukti sel ISIS tumbuh di Tanah Air. Mereka menyasar aparat kepolisian yang dianggap selama ini banyak bertindak keras terhadap kelompoknya.

"Saya melihat ini masih terkait dengan kelompok ISIS. Saya melihat, kalau ISIS di Indonesia itu sekarang masih menghendaki adanya Daulah Islamiyah," ujar pengamat terorisme Najahan Musyafak, Kamis (6/6/2019).

Menurutnya, ISIS tidak lagi bisa melakukan kegiatan di Suriah yang sekarang sudah porak-poranda. Untuk itu, sel-sel ISIS yang memegang teguh instruksi pimpinanny, banyak melakukan aksi teror.


BACA JUGA:

Pelaku Bom Bunuh Diri di Kartasura Belajar Merakit Bom lewat Facebook sejak 2018

Kapolda Jateng: Pelaku Minta Uang dari Ibunya untuk Cicil Beli Bahan Rakit Bom


“Instruksi pemimpin ISIS ini 'Lakukan apa yang kalian bisa di tempat Anda berada'. Dalam hal ini, mereka menyasar polisi,” katanya.

Dia merunut, teror penembakan Mako Brimob Satuan Kompi 3 Batalyon B Purwokerto, pada Sabtu 25 Mei dini hari dan pembakaran pos polisi di Klaten, pada Jumat 24 Mei malam, diduga kuat dilakukan sel ISIS. Mereka sengaja menebar teror untuk memenuhi instruksi pimpinan sekaligus membuktikan eksistensinya.

"Intruksi ini yang dipegang. Jadi motifnya dengan sasaran ke polisi," ucapnya.

Sebelumnya, Kapolda Jateng Irjen Rycko Amelza Dahniel mengatakan, pelaku bom bunuh diri di Pospam Tugu Kartasura Sukoharjo, diketahui intens berkomunikasi dengan pimpinan ISIS di Suriah. Dia menggunakan komunikasi melalui media sosial (medsos) Facebook hingga akhirnya memutuskan untuk berbaiat.

"Pelaku sejak 2018 aktif melakukan komunikasi melalui media sosial dan internet, berkomunikasi dengan pimpinan ISIS yang ada di Suriah," kata Rycko.


Editor : Donald Karouw