BPBD: Butuh Bom Air untuk Padamkan Kebakaran Hutan di Gunung Merbabu

Andi Mohammad Ikhbal · Jumat, 13 September 2019 - 07:55 WIB
BPBD: Butuh Bom Air untuk Padamkan Kebakaran Hutan di Gunung Merbabu

Proses pemadaman api dengan teknik bom air. (Foto: Dok iNews).

MAGELANG, iNews.id - Pemadaman api di Gunung Merbabu, Jawa Tengah (Jateng) dinilai sulit dilakukan secara manual. Sebab, api semakin meluas akibat angin yang kencang di sekitaran puncak gunung.

Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo, pemadaman api bisa menggunakan helikopter lewat pengeboman air. Upaya tersebut dibutuhkan karena api semakin meluas.

"Namun BPBD Kabupaten Magelang masih menunggu keputusan dari pihak Taman Nasional Gunung Merbabu terkait keputusan tersebut," kata Agus dalam siaran yang diterima iNews.id, Jumat (13/9/2019).

BACA JUGA: Kebakaran Hutan Gunung Merbabu, 100 Personel Gabungan Padamkan Api

Sejauh ini, sebanyak 100 orang personel gabungan berupaya memadamkan kebakaran hutan di Gunung Merbabu. Petugas juga sudah memastikan area gunung steril dari aktivitas pendakian.

Kebakaran semakin meluas pada Kamis (12/9/2019) malam pukul 22.25 WIB. Api merambat ke arah puncak gunung dan terpantau dari Dusun Batur, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan.

"Penyebabnya masih dalam tahap investigasi hingga kini," ujar dia.

BACA JUGA: Jalur Pendakian Gunung Merbabu Ditutup akibat Kebakaran Hutan di Puncak

Sementara itu, lima jalur pendakian Gunung Merbabu ditutup sejak Kamis kemarin. Jalur pendakian yang ditutup melalui wilayah Wekas, Getasan, Salatiga, Magelang dan Boyolali.

BPBD setempat mencatat bahwa lokasi kebakaran berada di wilayah hutan Gunung Merbabu, tepatnya di Dusun Malang, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Magelang.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal