Bupati Jepara Ditahan KPK, Wakil Bupati Ambil Alih Roda Pemerintahan

Alip Sutarto, Antara ยท Selasa, 14 Mei 2019 - 16:22 WIB
Bupati Jepara Ditahan KPK, Wakil Bupati Ambil Alih Roda Pemerintahan

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengenakan rompi tahanan seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Senin (13/5/2019) sore. (Foto: Antara)

JEPARA, iNews.id - Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi mengambil alih roda pemerintahan di Kabupaten Jepara menyusul ditahannya Bupati Ahmad Marzuqi oleh KPK.

Asisten I Setda Jepara, Abdul Syukur mengatakan, selama bupati menjalani proses hukum roda pemerintahan Pemkab Jepara akan digantikan Wakil Bupati Dian Kristiandi. Sehingga, aktivitas kerja para pegawai tetap berjalan normal terutama di bidang pelayanan publik.

“Roda pemerintahan tetap berjalan seperti biasa. Untuk sementara, nanti yang megang pak wakil bupati,” ucapnya, Selasa (14/5/2019).

ABdul Syukur mengatakan, aktivitas roda pemerintahan di Kabupaten Jepara hingga saat ini masih berjalan seperti biasa dan tidak terpengaruh dengan penahanan Bupati Ahmad Marzuqi oleh KPK.

Para pegawai di lingkungan Pemkab Jepara juga tetap menggelar apel pagi dan melanjutkan kerja sesuai tugas pokok masing-masing.

Namun, apel pagi kali ini berbeda dengan apel sebelumnya karena tanpa kehadiran orang nomor satu di Jepara lantaran sedang menjalani proses hukum di KPK.

Ahmad Marzuqi ditahan lembaga antirasuah pada Senin (13/5/2019) sore setelah menjalani lima kali pemeriksaan terkait dugaan kasus suap terhadap hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang senilai Rp700 juta dalam gugatan praperadilan yang diajukannya.

BACA JUGA: Bupati Talaud Ditangkap KPK, Hanura Tak Berikan Bantuan Hukum

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi (AM) sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap terkait putusan atas praperadilan kasus korupsi yang ditangani Pengadilan Negeri Semarang.

"AM, Bupati Jepara periode 2017-2022 ditahan 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur," kata Febri Diansyah.

Sebelumnya, KPK pada Senin telah memanggil Marzuqi dalam kapasitasnya sebagai tersangka dalam kasus suap tersebut. Usai diperiksa, Marzuqi menyatakan bahwa sebagai warga negara yang taat akan peraturan perundang-undangan, dirinya akan mengikuti proses hukum yang berlaku.

"Karena itu, doakan saja lah semoga kami menerimanya dengan tabah dan sabar," kata Marzuqi yang telah mengenakan rompi tahanan KPK itu.

Dengan ditahannya Marzuqi, KPK telah menahan semua tersangka dalam kasus tersebut. Untuk diketahui, KPK juga telah menetapkan hakim Pengadilan Negeri Semarang Lasito (LAS). Untuk Lasito, KPK telah menahan yang bersangkutan sejak 26 Maret 2019 lalu.

Lasito selaku hakim pada Pengadilan Negeri Semarang diduga menerima hadiah atau janji dari Ahmad Marzuqi.
Pada pertengahan 2017, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah melakukan penyidikan dugaan korupsi penggunaan dana bantuan partai politik DPC PPP Kabupaten Jepara 2011-2014 dengan tersangka Ahmad Marzuqi.


Editor : Kastolani Marzuki