Bupati Kendal Mirna Annisa Copot Kades Diduga Selewengkan Dana Desa

Eddie Prayitno ยท Kamis, 04 Oktober 2018 - 16:23 WIB
Bupati Kendal Mirna Annisa Copot Kades Diduga Selewengkan Dana Desa

Bupati Kendal Mirna Annisa saat mendengar aspirasi warga Desa Purwogondo, Kamis (4/10/2018). (Foto: iNews/Eddie Prayitno)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

KENDAL, iNews.id – Bupati Kendal Mirna Annisa turun lapangan langsung mendatangi Desa Purwogondo, Kecamatan Boja, untuk menindaklanjuti temuan adanya dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa. Inspeksi mendadak (sidak) dalam kedatangannya disambut antusias ratusan masyarakat setempat yang langsung mengadukan oknum kepala desa (kades) bernama Mulyanto.

Setelah mendengar informasi masyarakat dan mendapati fakta-fakta kades tersebut sedang menjalani pemeriksaan hukum oleh unit Tipikor Polres Kendal, Bupati Mirna pun langsung mencopotnya.

“Kepada Desa Purwogondo kami berhentikan sementara. Jadi kami copot dari jabatannya selama proses penyelidikan,” kata Mirna, Kamis (4/10/2018).

Dia mengungkapkan, mendapat informasi temuan ini dari Wakil DPRD Kendal saat menerima aspirasi masyarakat. Hasil penyelidikan, memang ada dugaan pengalihan proyek fiktif yang dianggarkan APBD, namun dieksekusi dengan dana desa. “Kami serahkan proses hukumnya ke aparat kepolisian, apalagi jika sudah menyangkut pidana,” ujarnya.


Salah seorang warga Desa Purwogondo Mahmudin mengatakan, sudah banyak keluhan masyarakat akan kinerja kades mereka. Selain dugaan proyek fiktif dan penyelewengan dana desa, mereka juga dipersulit saat mengurus surat kependudukan. “Kami dilempar ke sana-sini kalau mau mengurus surat administrasi dari desa,” ujarnya.

Dia meminta agar kadesnya diusut karena banyak proyek pembangunan bersumber dari anggaran dana desa tak jelas penggunaannya. “Contohnya soal pembangunan jalan desa dan proyek fiktif bendungan yang tidak sesuai spesifikasinya,” kata Mahmuddin.

Sementara itu, Kades Purwogondo Mulyanti membantah tudingan tersebut. Dia mengaku sudah melaksanakan pembangunan dari dana desa sesuai dengan ketentuan. Pihaknya juga sudah melakukan Musrenbangdes yang dihadiri perwakilan tiap dusun dan RW. Jika memang ada tudingan warga, maka dia pun siap diperiksa inspektorat.

“Ini hanya datang dari satu kelompok saja, satu dusun. Kami di sini ada enam dusun. Saya tidak tahu mungkin karena faktor ketidaksukaan karena masa jabatan saya sudah mau habis,” kata Mulyanto.


Editor : Donald Karouw