Bus Pariwisata Terguling di Bandungan, 1 Mahasiswa Stikubank Tewas

Angga Rosa ยท Minggu, 07 Oktober 2018 - 17:05 WIB
Bus Pariwisata Terguling di Bandungan, 1 Mahasiswa Stikubank Tewas

Bus PO Dana Perkasa terguling karena tidak kuat menanjak di Jalan Raya Diponegoro, Bandungan, Kabupaten Semarang. (Foto: SINDOnews)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

SALATIGA, iNews.id – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Diponegoro, Karanglo, Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (7/20/2018).

Bus Pariwisata PO Dana Perkasa bernopol H 1521 BA terguling setelah tidak kuat menanjak di ruas jalan tersebut. Akibat kecelakaan itu, seorang penumpang tewas di lokasi kejadian dan beberapa penumpang lainnya mengalami luka.

Korban tewas diketahui bernama Iftah Faizzatin (19) warga Watubengkah RT 04 RW 02, Desa Gelang, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Informasi yang dihimpun menyebutkan, kecelakaan tunggal tersebut bermula ketika bus pariwisata yang dikemudikan Sawilan warga Kota Semarang melaju dari arah Sumowono menuju Bandungan.

Saat melintas di jalan menanjak di daerah Karanglo, bus yang ditumpangi sejumlah mahasiswa dan mahasiswi Universitas Stikubank Semarang itu, tidak kuat menanjak dan berjalan mundur.

BACA JUGA:

Tak Kuat Menanjak, Bus di Sumedang Terbakar dan Terguling

Bus Pengantar Rombongan Pengantin Terguling di Sumedang, 1 Tewas

Kernet bus, Jumriyanto (54) warga Semarang Tengah, Kota Semarang langsung turun dan berusaha menghentikan laju bus dengan mengganjal roda belakang menggunakan balok. Namun upaya tersebut gagal dan bus terus berjalan hingga akhirnya terguling ke sisi kanan.

"Kecelakaan disebabkan bus tidak kuat menanjak. Kernet sudah berusaha menghentikan bus dengan mengganjal roda belakang. Tapi bus tetap mundur dan akhirnya terguling. Ada satu penumpang yang meninggal," kata saksi mata, Tono Sardiwibowo (40) dikutip SINDOnews.

Kecelakaan lalu lintas ini mengakibatkan arus lalu lintas Jalan Raya Bandungan-Sumowono macet total selama beberapa waktu. Arus lalu lintas berangsur normal setelah para penumpang dan bus yang melintang menutupi jalan dievakuasi dari lokasi kejadian.


Editor : Kastolani Marzuki