Dalam Sebulan, Wilayah Kendal 6 Kali Dilanda Banjir

Eddie Prayitno ยท Rabu, 21 Februari 2018 - 12:26 WIB
Dalam Sebulan, Wilayah Kendal 6 Kali Dilanda Banjir

Banjir menggenangi lima kelurahan di Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (21/2/2018). (Foto: iNews/Eddie Prayitno)

KENDAL, iNews.id - Selama kurun waktu sebulan, warga di sepanjang bantaran Sungai Kendal di Kabupaten Kendal, Jawa Tenga, enam kali mengalami banjir. Warga sudah lelah dengan banjir yang hampir terjadi, jika hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Kendal. Hingga saat ini, tidak ada solusi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal, untuk mengurangi dampak banjir ini.

Lagi dan lagi, warga di lima kelurahan di Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, harus menikmati genangan banjir akibat luapan Sungai Kendal. Pagi tadi, air kembali masuk ke permukiman dan ke dalam rumah warga, Rabu, (21/2/2018). Padahal empat hari sebelumnya, warga baru selesai membersihkan bekas banjir akibat luapan Sungai tersebut.

Warga yang sudah terbiasa dengan kondisi banjir langganan, seakan sudah lelah dengan keadaan ini. Sudah berulang kali warga meminta kepada Pemkab Kendal, namun belum ada solusi yang diberikan untuk minimal mengurangi dampak luapan Sungai Kendal.

Lima kelurahan yang menjadi langganan banjir yakni Pekauman, Pegulon, Kebondalem, Ngilir dan Patukangan. Menurut warga, air selalu masuk ke pemukiman warga menjelang subuh saat warga terlelap tidur. Meski sudah mengantisipasi dengan membendung saluran air, namun debit Sungai Kendal yang bertambah akibat hujan di wilayah selatan mengakibatkan air menggenangi rumah warga hingga ketinggian 50 sentimeter.

“Sebelum subuh air sudah masuk rumah. Ketinggiannya antara 40-60 sentimeter. Ini sudah yang ketiga kalinya di minggu ini. Aktivitas kami jelas terganggu kalau begini terus. Semoga cepat ada solusinya biar tidak banjir lagi,” ucap Arumawadah, salah seorang warga Kecamatan Kota Kendal.

Bambang Sutrisno, warga Kelurahan Ngilir mengatakan, banjir terjadi ke-enamkalinya dalam sebulan. Aktivitas warga terganggu terlebih anak-anak yang hendak berangkat ke sekolah. Genangan air yang mencapai 50 centimeter, membuat warga tidak bisa memasak.

“Sejak Januari ini yang ke-enamkalinya. Kami harap Pemkab mau mengeruk Sungai Kendal biar tidak banjir lagi. Karena sungai yang tidak pernah dikeruk itu yang bikin kami kebanjiran terus,” ucapnya.

Entah sampai kapan warga di sepanjang Sungai Kendal ini baru akan bebas dari banjir. Apalagi, upaya normalisasi sungai hingga saat ini belum juga dilaksanakan oleh pemerintah setempat.


Editor : Himas Puspito Putra