Diarak Ribuan Warga, Pasutri Ini Dilantik Jadi Anggota DPRD Pekalongan

Suryono ยท Rabu, 14 Agustus 2019 - 16:04 WIB
Diarak Ribuan Warga, Pasutri Ini Dilantik Jadi Anggota DPRD Pekalongan

Pasutri Candra Saputra dan Shinanta Previta Angraeni diarak ribuan warga saat menuju Kantor DPRD Kabupaten Pekalongan untuk ikut pelantikan, Rabu (14/8/2019). (Foto: iNews/Suryono)

PEKALONGAN, iNews.id – Pasangan suami-istri (pasutri) Candra Saputra dan Shinanta Previta Angraeni diarak ribuan warga menuju Kantor DPRD Kabupaten Pekalongan, Rabu (14/8/2019). Keduanya merupakan legislator terpilih, bahkan mencatat raihan suara terbanyak pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Candra memeroleh 13.769 suara dan istrinya Shinanta 9.764 dari total 23.533 suara.

Pantauan iNews, saat melintas di Jalan Alun-Alun Utara Nomor 2 Kajen, pasutri ini diarak dengan iringan rebana bersama ribuan pendukungnya. Keduanya juga tampil kompak mengenakan setelah jas berwarna abu-abu dan dikawal warga.

Dalam satu kesempatan, Candra Saputra merasa bersyukur bisa terpilih menjadi anggota DPRD bersama sang istri untuk periode 2019-2024. Dia mengaku siap langsung bekerja untuk masyarakat.


"Setelah pelantikan ini, kami akan langsung kerja dengan skala prioritas pengentasan kemiskinan, pendidikan juga sosial budaya. Setiap bulan akan ada pertemuan dengan warga untuk menyerap aspirasi mereka," ujar warga Sipait dari Dapil III Pekalongan tersebut.

BACA JUGA: Viral, Siswa-siswi SMA di Palangka Raya Kalteng Temukan Obat Penyembuh Kanker

Sementara Shinanta Previta Angraeni, mengaku agak sedikit gugup. Apalagi mereka diarak ribuan warga pendukungnya dalam pelantikan ini.

"Rasanya seperti pengantin baru lagi. Senang namun juga harus segera bekerja untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Pekalongan,” kata legislator Dapil 2 Pekalongan tersebut.

Diketahui, Candra Saputra juga pernah maju pada Pileg 2014. Dia bahkan sempat membuat heboh lantaran niatnya menjual ginjal gegara banyak utang setelah gagal terpilih menjadi anggota DPRD Pekalongan periode 2014-2019.


Editor : Donald Karouw