Dipicu Saling Ejek, Napi dan Pengunjung Lapas Solo Terlibat Kericuhan

Ahmad Antoni, Okezone ยท Kamis, 10 Januari 2019 - 18:26 WIB
Dipicu Saling Ejek, Napi dan Pengunjung Lapas Solo Terlibat Kericuhan

Ilustrasi kericuhan. (Foto: Sindonews)

SOLO, iNews.id – Aksi saling serang antardua kelompok napi terjadi di Rutan Kelas I Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (10/1/2019) pagi tadi. Kericuhan diduga dipicu saling ejek antara napi dan pengunjung lapas.

Informasi yang dihimpun, keributan bermula saat sekitar 30 orang datang membesuk salah satu tahanan bernama Ikhsan. Ikhsan merupakan tahanan kasus kepemilikan senjata tajam di Purwosari.

Beberapa waktu sebelumnya, Ikhsan bersama Tedi dan Komari, keduanya juga tahanan kasus kepemilikan senjata tajam dan pengeroyokan, melakukan sweeping ke salah satu blok dan mendapati ada napi yang sedang bermain kartu.

Tiga orang itu meneriaki napi yang sedang bermain kartu bahwa kegiatan mereka haram. Mereka juga memukuli napi yang sedangkan bermain kartu.

Napi yang sedang bermain kartu tak terima dipukuli kemudian melapor ke teman-teman satu blok mereka. Pada Sabtu (29/12/2018), saat pintu blok dibuka, terjadi keributan. Namun, masalah ini berhasil diselesaikan.

Selanjutnya, pada Kamis (10/1/2019), sekitar 30 orang datang membesuk Ikhsan. Napi dan tahanan lain melihat 30 orang sekaligus diizinkan masuk ke dalam Rutan untuk membesuk dan memprotes karena sesuai aturan sekali besuk maksimal lima orang.

Para napi dan tahanan itu tidak terima dan berteriak-teriak memprotes. Pembesuk yang tidak terima diteriaki kemudian membanting pot di dekat area kunjungan. Pecahan pot kemudian dilemparkan ke dalam blok tahanan dan terjadilah keributan.

Para pembesuk yang berjumlah sekitar 30 orang itu kemudian memanggil rekan-rekan mereka yang ada di luar. Ada 200-an orang yang datang ke depan Rutan dan memaksa hendak masuk. Selang beberapa lama, para pembesuk yang ada di dalam akhirnya keluar.

Wakapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai mengatakan keributan terjadi karena miskomunikasi di antara penghuni Rutan. "Benturan fisik sudah bisa kami redam. Situasi di dalam sudah kondusif. Penyebab masih kami koordinasikan dengan kepala Rutan," kata Andy, Kamis (10/1/2019).

Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa itu. Namun, enam tahanan dan napi terpaksa dipindah ke lapas lain lantaran dianggap sebagai pemicu keributan.


Editor : Himas Puspito Putra