Dongkrak PAD, DPRD Minta Pemprov Jateng Segera Sertifikasi Aset Daerah

Kastolani ยท Rabu, 10 Oktober 2018 - 23:05 WIB
Dongkrak PAD, DPRD Minta Pemprov Jateng Segera Sertifikasi Aset Daerah

DPRD Jateng meminta segera dilakukan sertifikasi aset daerah. Foto: ilustrasi)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

SEMARANG, iNews.id – Komisi C DPRD Jawa Tengah meminta pemerintah provinsi (Pemprov) untuk segera melakukan sertifikasi dan pendataan aset agar bisa lebih optimal untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Anggota Komisi C DPRD Jateng Hasan Asy’ari mengatakan, sejauh ini pengelolaan dan pemanfaatan aset daerah kurang maksimal. Bahkan PAD yang didapat, mayoritas diperoleh dari pajak kendaraan bermotor. Selain itu aset yang ada belum sepenuhnya bersertifikat.

“Tentu sebelum melakukan optimalisasi, sertifikasi aset ini yang harus ditempuh biar semua jelas keberadaan maupun statusnya. Baik aset yang dikelola organisasi perangkat daerah, maupun instansi khusus yang mengelola aset daerah,” kata Hasan Asy’ari, Rabu (10/10/2018).

Selain menyertifikasi aset, kata Hasan, Pemprov Jateng juga harus memetakan aset berdasarkan letak dan fungsinya. “Hal ini agar memiliki manfaat yang maksimal, baik dikelola sendiri oleh Pemprov maupun kerja sama badan usaha milik daerah, dan swasta murni,” ujarnya.

BACA JUGA: 

Taj Yasin Sebut Pertumbuhan Ekonomi Jateng di Atas Capaian Nasional

DPRD Jateng Minta Perubahan RTRW Harus Perhatikan Kelestarian Alam

Namun, Hasan meminta sertifikasi dan pendataan asset itu semuanya harus dilakukan dengan perencanaan proyeksi. Baik itu proyeksi peruntukan aset yang ada maupun hasil yang akan diperoleh. “Tentu dalam hal ini tidak boleh asal-asalan. Butuh analisis yang matang. Jangan sampai potensinya miliaran, kemudian hasilnya hanya puluhan juta,” tandas Wakil Ketua DPW PKB Jateng ini.

Menurut Hasan, dalam penataan maupun optimalisasi aset butuh profesionalisme. Mulai dari perencanaan, pengelolaan, maupun sumber daya manusia (SDM) yang ada. “Kita juga harap aset ini benar-benar jadi perhatian. Karena dari tahun ke tahun persoalan ini belum bisa diselesaikan dengan tuntas,” bebernya.

Dari keterangan Pempov Jateng, jelas Hasan, total aset yang ada saat ini nilainya Rp36 triliun. Atas dasar itu, keberadaannyaharus dikelola secara optimal dengan memperhatikan prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas untukmenghasilkan PAD yang optimal. “Tentunya dengan pengawasan yang melekat,” tandasnya.

 


Editor : Kastolani Marzuki