Gagal Terpilih, Belasan Caleg dan Timses Dirawat di Klinik Jiwa Purbalingga

Heri Susanto ยท Rabu, 15 Mei 2019 - 03:10 WIB
Gagal Terpilih, Belasan Caleg dan Timses Dirawat di Klinik Jiwa Purbalingga

Klinik Utama Jiwa Mustajab di Desa Bungkanel, Purbalingga merawat belasan caleg yang gagal pada Pemilu serentak 2019. (Foto: iNews.id/Heri Susanto)

PURBALINGGA, iNews.id - Belasan calon legislatif (caleg) dan anggota tim sukses (timses) yang bertarung dalam Pemilu serentak 2019 menjalani perawatan di Klinik Utama Jiwa Desa Bungkanel, Purbalingga, Jawa Tengah.

Mereka dirawat di panti karena mengalami depresi setelah gagal terpilih menjadi anggota Dewan. Para pasien yang menjalani perawatan pemulihan jiwa ini berasal dari berbagai wilayah di Tanah Air.

Pengelola Panti Rehabilitasi Jiwa Purbalingga, Supono Mustajab mengatakan, saat ini ada 17 pasien yang terdiri atas caleg dan anggota tim sukses yang menjalani perawatan. “Dari 17 pasien yang dirawat ini, 12 orang di antaranya merupakan caleg dan lima orang anggota tim sukses,” katanya, Selasa (14/5/2019).

BACA JUGA:

Gagal Menangkan Caleg, Timses di Kolut Usir Warga dari Lahan Miliknya

Timses Caleg di Cirebon Depresi, Tagih Kembali Paket Sembako ke Warga

Dia mengatakan, belasan pasien jiwa itu saat ini menjalani perawatan intensif di sejumlah ruang perawatan untuk pemulihan kejiwaannya. Di panti rehabilitasi pemulihan mental ini, para pasien menempati belasan kamar perawatan yang terdiri atas ruang biasa dan ruang VIP.

“Rata-rata setiap pasien menjalani perawatan pemulihan jiwa hingga sepekan, tergantung tingkat depresi yang diderita pasien,” ucapnya.

Dia menuturkan, dalam penyembuhan pasien depresi ini menggunakan metode pengobatan medis serta menjalani pemulihan secara spiritual. Selama menjalani proses penyembuhan, pasien depresi didampingi dua perawat dan dokter.

“Rata-rata pasien caleg yang gagal terpilih menjadi anggota Dewan ini mengalami depresi karena shock mengetahui perolehan suara mereka tidak sesuai yang diharapkan. Padahal, mereka sudah mengeluarkan biaya cukup besar dari ratusan juta hingga miliaran rupiah,” beber Supono.

Panti Rehabilitasi Jiwa di Desa Bungkanel memang menjadi rujukan pasien gangguan jiwa. Sejak 10 tahun terakhir, panti ini telah merawat 30 caleg yang mengalami depresi.


Editor : Kastolani Marzuki