Gegara Rokok, 2 Pemuda di Semarang Aniaya dan Bakar Teman

Donny Marendra ยท Selasa, 05 November 2019 - 18:30 WIB
Gegara Rokok, 2 Pemuda di Semarang Aniaya dan Bakar Teman

Polisi saat ekspose kasus penganiayaan gegara rokok di Gayamsari, Semarang, Jawa Tengah. (Foto: iNews/Donny Marendra)

SEMARANG, iNews.id – Widodo, pemuda asal Kampung Tenggang Gayamsari, Semarang, Jawa Tengah (Jateng) menderita luka bakar akibat disiram bensin dan disulut api oleh dua temannya. Korban sempat dirawat intensif dan menjalani opname akibat luka bakar di bagian dada dan tangan.

Anggota Polsek Gayamsari yang menerima laporan adanya kasus penganiayaan menangkap kedua pelaku. Identitas mereka yakni Sukma Adi Kurniawan alias Gombloh (27) warga Tandang dan Bayu Angga Wijaya alias Gembel (26) warga Kampung Tenggang Gayamsari.

Pengakuan Sukma, kejadian ini terjadi saat mereka sedang ramai-ramai bakar ikan di kawasan Kaligawe. Saat itu rokok habis dan mereka menyuruh korban untuk pergi membelinya. Namun saat kembali, korban tak membawa rokok dengan alasan tidak ada warung yang buka.

BACA JUGA: 2 Pembunuh Aktivis LSM dan Wartawan di Labuhanbatu Ditangkap, 4 Masih Buron

“Di situ saya emosi dan langsung memukulinya. Saya lihat ada sisa bensin habis bakar-bakaran dan saya siram ke korban. Mas Bayu kemudian menyulut api,” ujar Sukma saat ekspose di Mapolsek Genuk, Semarang, Selasa (5/11/2019).

Menurutnya, selama ini dia dan korban tidak memiliki masalah. Semua terjadi begitu saja karena tak kuasa menahan rasa jengkel.

“Saya kenal baik korban. Dia teman saya,” katanya.

Kapolsek Gayamsari Kompol Arie Warijan mengatakan, kedua pelaku sempat melarikan diri selama dua minggu sebelum akhirnya ditangkap anggotanya.

“Kasus ini sebenarnya masalah sepele. Pelaku dan korban ini saling mengenal, mereka berteman. Saat lagi bakar-bakar ikan, pelaku lewat dan dipanggil untuk beli rokok. Karena sudah malam dan tidak ada warung buka dia kembali tanpa bawa rokok. Saat itulah kedua pelaku menganiaya korban,” ujar Kapolsek.

Menurutnya, korban yang terbakar langsung berlari dan meloncat ke saluran air untuk memadamkan api. Namun kondisinya sudah terluka di bagian tangan dan dada.

“Kami menjerat pelaku dengan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” katanya.


Editor : Donald Karouw