Gelapkan Dana Rp279 Juta dengan Emas Palsu, Karyawan Pegadaian Kendal Ditangkap

Eddie Prayitno ยท Jumat, 24 Mei 2019 - 13:29 WIB
Gelapkan Dana Rp279 Juta dengan Emas Palsu, Karyawan Pegadaian Kendal Ditangkap

Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Nanung Nugraha menunjukkan tersangka kasus penggelapan dan penipuan di di PT Pegadaian Cabang Kendal, Jateng, dan barang bukti, Jumat (24/5/2019). (Foto: iNews/Eddie Prayitno)

KENDAL, iNews.id – Seorang karyawan PT Pegadaian di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng), ditangkap polisi karena diduga melakukan penggelapan dan penipuan. Modusnya memberikan jaminan perhiasan emas palsu dan milik nasabah untuk jaminan baru. Total kerugian akibat aksinya mencapai Rp279 juta.

Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Kendal AKP Nanung Nugraha saat konferensi pers, Jumat (24/5/2019) mengatakan, dari hasil penyelidikan, tersangka bernama Supriyanto diketahui bertugas sebagai penaksir barang yang akan digadaikan dan pembantu mikro di PT Pegadaian Cabang Kendal. Pelaku menyalahgunakan jabatannya sejak 2016 hingga 2018.

Tersangka mengajukan pinjaman di Kantor Pegadaian di Unit Pelayanan Cabang Pegandon, Weleri, Pasar Weleri, dan Sukorejo, dengan menggunakan barang jaminan perhiasan emas palsu. Tidak hanya itu, tersangka juga menggunakan perhiasan emas asli di Kantor Pegadaian yang sudah menjadi barang jaminan, untuk pengajuan pinjaman baru.

“Tersangka pura-puranya mengajukan pinjaman untuk barang jaminan. Modus pertama menggunakan emas palsu. Kemudian, menggunakan identitas orang lain, tapi jaminannya menggunakan jaminan yang sudah ada di dalam. Jadi, total kerugian PT Pegadaian sekitar Rp379 juta,” kata Nanung.

BACA JUGA:

Namanya Dicatut untuk Menipu, Kapolres Pekalongan Kota Minta Warga Waspada

Gelapkan Mobil Rental, Pecatan Polisi Ditangkap Polres Kulonprogo

Kasus penggelapan ini terungkap setelah pimpinan PT Pegadaian Cabang Kendal menggelar inspeksi mendadak untuk menghitung barang jaminan kredit dari tahun 2013 hingga 2017. Saat pengecekan, ditemukan kejanggalan karena penanda barang jaminan tidak sesuai dengan barang yang ada.

Setelah pemeriksaan, terungkap Supriyanto yang bertugas sebagai penaksir melakukan gadai fiktif. Kasus ini selanjutnya dilaporkan ke Polres Kendal yang kemudian menangkap tersangka.

“Dari tangan tersangka, polisi mengamankan perhiasan emas palsu dan asli yang digunakan untuk jaminan di Pegadaian Cabang Kendal,” katanya.

Sementara tersangka Supriyanto mengatakan, terpaksa menggunakan perhiasan palsu yang dibeli di pasar malam untuk jaminan membayar utang. Aksi penggelapan itu dilakukan sejak tahun 2016 hingga tahun 2018, saat bekerja di Unit Pelayanan Pegandon, Weleri, Pasar Weleri dan Sukorejo.

“Saya melakukan ini tadinya untuk membayar utang ke teman-teman. Akhirnya numpuk-numpuk, saya jadi bingung dan terpaksa menggunakan perhiasan emas palsu untuk jaminan membayar utang,” kata Supriyanto.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 374 KUHP tentang Penggelapan dan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. Ancaman hukumannya lima tahun penjara.


Editor : Maria Christina