Gempa Bumi 5,7 SR Guncang Cilacap dan Terasa hingga Bandung, Ini Penjelasan BMKG

Ilma De Sabrini ยท Minggu, 09 Juni 2019 - 18:37 WIB
Gempa Bumi 5,7 SR Guncang Cilacap dan Terasa hingga Bandung, Ini Penjelasan BMKG

Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id – Gempa bumi berkekuatan 5,7 Skala Richter (SR) yang mengguncang wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (9/6/2019), pukul 16.32 WIB, dilaporkan turut dirasakan di daerah Pangandaran, Cilacap, Ciamis, dan Kebumen dalam skala intensitas III MMI. Kemudian, di Bandung, Jawa Barat, dalam skala II MMI.

Hasil analisa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) selanjutnya memutakhirkan kekuatan gempa menjadi 5,5 SR. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,68 Lintang Selatan (LS) dan 108,82 Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 107 kilometer (km) arah selatan Kota Cilacap, Kabupaten Cilacap, pada kedalaman 64 km.

BACA JUGA:

Gempa Bumi 5,7 SR Guncang Cilacap Jateng, Tak Berpotensi Tsunami 

Nusa Dua Bali Diguncang Gempa Bumi 5,2 Skala Richter

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa, meliputi Jawa-Bali-Nusa Tenggara ini berkedalaman menengah. Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis sesar naik (thrust fault),” katanya dalam keterangan pers yang diterima, Minggu (9/6/2019).

Guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Pangandaran, Cilacap, Ciamis, Kebumen dalam skala intensitas III MMI dan Bandung dalam skala intensitas II MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami,” katanya.

Hingga pukul 16.47 WIB tadi, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.


Editor : Maria Christina