Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas, Desa di Boyolali Diguyur Hujan Abu

Antara, Tata Rahmanta ยท Senin, 18 Februari 2019 - 17:21 WIB
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas, Desa di Boyolali Diguyur Hujan Abu

Warga Dusun Stabelan, Desa Telogolele, Kecamatan Selo, Boyolali tetap beraktivitas normal meski wilayah mereka sempat diguyur hujan abu tipis Gunung Merapi. (Foto: iNews.id/Tata Rahmanta)

BOYOLALI, iNews.id – Warga Dusun Stabelan, Desa Telogolele, Kecamatan Selo, Boyolali, Jateng dikejutkan dengan hujan abu tipis yang mengguyur wilayah mereka, Senin (18/2/2019) pagi.

Abu vulkanik tersebut diduga berasal dari Gunung Merapi yang sepanjang pagi hingga siang terus mengeluarkan guguran awan panas. Meski demikian, warga tidak panik dan tetap beraktivitas biasa.

Warga Dusun Stabelan, Reban mengatakan, hujan abu tipis sempat terjadi pagi tadi namun tidak berlangsung lama. “Ada hujan abu, tapi tipis. Warga sini tuh tenang-tenang saja,” ucapnya.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Merapi di Jrakah, Trimujiyanto mengatakan, luncuran awan panas Merapi mengakibatkan hujan abu terjadi di beberapa daerah salah satunya di Dusun Stabelan. “Pantauan dan laporan dari masyarakat, sempat terjadi hujan abu tipis tadi pagi di seputaran (Dusun) Stabelan. Namun, aktivitas warga tetap berjalan seperti biasa,” katanya.

Sementara itu, Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran pada Senin (18/2/2019) siang. Melalui akun twitter resminya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan luncuran awan panas teramati di Gunung Merapi pada pukul 14.21 WIB dengan durasi 63 detik yang mengarah ke Kali Gendol.

BACA JUGA:

Merapi 7 Kali Keluarkan Guguran Awan Panas, Warga Diminta Tenang

Merapi Keluarkan 6 Kali Awan Panas Pagi Ini, Warga Dengar Gemuruh

Awan panas guguran itu merupakan awan panas guguran ketujuh yang keluar dari Gunung Merapi selama pemantauan BPPTKG sejak Senin pagi.

Sebelumnya, pada Senin (18/2) pagi BPPTKG menyebutkan lima kali awan panas guguran teramati di Gunung Merapi pada pukul 06.05 WIB, 06.13 WIB, 06.24 WIB, 06.25 WIB dan 06.28 WIB dengan jarak luncur maksimum 1 kilometer ke arah Kali Gendol.

Selanjutkan pada pukul 07.32 WIB gunung teraktif di Indonesia itu kembali mengeluarkan awan panas guguran dengan jarak luncur 200 meter ke arah Kali Gendol dan tinggi asap 400 meter.


Editor : Kastolani Marzuki