Gunung Merapi Meletus, Masyarakat DIY dan Jateng Tetap Beraktivitas Seperti Biasa

Ilma De Sabrini, Tata Rahmanta ยท Sabtu, 09 November 2019 - 12:47 WIB
Gunung Merapi Meletus, Masyarakat DIY dan Jateng Tetap Beraktivitas Seperti Biasa

Visual Gunung Merapi saat meletuskan awan panas, Sabtu pagi (9/11/2019). Pascaerupsi, warga sekitar masih tetap beraktivitas seperti bisa. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Pascaerupsi Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah (Jateng), masyarakat tetap tenang, Sabtu (9/11). Dari laporan Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) setempat, warga masih beraktivitas seperti biasa.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan, pascaletusan, abu tipis terdistribusi di beberapa wilayah sekitar lereng Gunung Merapi. Salah satu daerah yang terdampak yakni di Tlogo Lele, Kabupaten Boyolali, Jateng.

Di Kabupaten Magelang, Jateng, hujan abu tipis terlihat di Desa Babadan, Kecamatan Dukun dan Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan. “Sementara di tempat lain, seperti di wilayah Turi, Pakem dan Kota Yogyakarta, warga tidak melihat adanya abu vulkanik,” kata Agus Wibowo dalam keterangan yang diterima.

 

BACA JUGA:

Gunung Merapi Letuskan Awan Panas Sabtu Pagi Setinggi 1,5 Km dari Puncak

Gunung Merapi Letuskan Awan Panas, Hujan Abu Tipis Muncul di Magelang dan Boyolali

 

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) sebelumnya melaporkan, terjadi awan panas letusan Gunung Merapi pada Sabtu pagi tadi, pukul 06.21 WIB. Awan panas letusan tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 65 mm dan durasi ± 160 detik. Terpantau kolom letusan setinggi 1.500 m dari puncak condong ke barat.

Hingga kini, status Gunung Merapi masih di level II atau Waspada. Status ini berlaku sejak 21 Mei 2018. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih merekomendasikan jarak bahaya 3 kilometer (km) dari puncak. Di luar radius tersebut, masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa.

“Terkait adanya hujan abu tipis, masyarakat diimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik, seperti menggunakan masker saat di luar rumah,” kata Agus Wibowo.


Editor : Maria Christina