H+3 Lebaran, Tol Semarang-Solo Arah Jakarta Macet Puluhan Kilometer

Masirom ยท Sabtu, 08 Juni 2019 - 20:43 WIB
H+3 Lebaran, Tol Semarang-Solo Arah Jakarta Macet Puluhan Kilometer

Kemacetan kendaraan terlihat di ruas Tol Semarang-Solo, pada H+3 Lebaran, Sabtu (8/6/2019). (Foto: iNews.id/Masirom)

SEMARANG, iNews.id – Arus balik via Tol Trans Jawa melonjak pada hari Sabtu (8/6/2019) atau H+3 Lebaran. Di ruas Tol Semarang-Solo, Jawa Tengah (Jateng), kemacetan kendaraan yang mengarah ke Jakarta mencapai 28 kilometer (km).

Kendaraan hanya bisa melaju 10-20 km per jam. Pantauan iNews.id di sepanjang ruas Tol Semarang-Solo, kemacetan terjadi sejak km 457 dan baru terurai di km 429. Di beberapa titik, pemudik memilih berhenti untuk sekadar beristirahat di bahu jalan. Sedangkan untuk arah sebaliknya atau Semarang menuju Solo, arus lalu lintas lancar.

“Panjang sekali macetnya, kenapa tidak ada contraflow atau perpanjangan one way ya,” ujar Kiki, warga Tangerang Selatan kepada iNews.id di km 444, Sabtu (8/6/2019).

BACA JUGA:

H+3 Lebaran, Tol Cikampek Macet Sepanjang 9 Km Arah ke Jakarta

Arus Balik, One Way Kalikangkung-Cikampek Diterapkan Siang Ini hingga 10 Juni

Kementerian Perhubungan bersama Polri, Jasa Marga dan pihak terkait lainnya sebelumnya telah menerapkan sejumlah strategi untuk memperlancar arus balik Lebaran 2019. Salah satunya rekayasa lalu lintas berupa penerapan satu arah (one way) sejak Jumat (7/6/2019) pukul 14.05 WIB, dari km 414 Gerbang Tol Kalikangkung, Jalan Tol Batang-Semarang, sampai dengan KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama, Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Untuk selanjutnya, one way diberlakukan mulai pukul 12.00 WIB. One way ini berlaku selama empat hari, dari tanggal 7 Juni hingga 10 Juni 2019.

Strategi lain dengan pengaturan penggunaan rest area di jalan tol. Hal ini dilakukan karena pada masa arus mudik, tempat ini menjadi salah satu pemicu kemacetan. Para pemudik diimbau tidak berhenti di rest area jika tidak mendesak.

“Jika jarak tempuh mencapai 6 jam dan kondisi badan atau tingkat kebugarannya maksimal, tidak perlu berhenti,” kata Menhub Budi Karya Sumadi dalam siaran persnya, Sabtu (8/6/2019).


Editor : Maria Christina