Hadiri Haul Kiai di Tegal, KH Ma'ruf Amin: Jadi Ulama Itu Harus Mondok

Kastolani ยท Selasa, 25 September 2018 - 17:46 WIB
Hadiri Haul Kiai di Tegal, KH Ma'ruf Amin: Jadi Ulama Itu Harus Mondok

Cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin saat mengisi ceramah dalam Haul ke-65 almarhum almaghfurlah KH Mukhsin di komplek Ponpes Miftahul Mubtadiin Desa tegal Kubur, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa (25/9/2018). (Foto: istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Cawapres nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin melakukan kunjungan ke Kabupaten dan Kota Tegal, Jawa Tengah, Selasa (25/9/2018).

Kehadiran Ketua MUI nonaktif itu untuk menghadiri haul ke-65 KH Muchsin, pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Mubtadiin Desa Tegal Kubur, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa (25/9/2018).

KH Ma’ruf tiba di Lebaksiu sekitar pukul 08.00 WIB dan langsung mengikuti haul dengan pembacaan tahlil dan surat Yaasin. Seusai kegiatan haul, Kiai Ma’ruf didaulat untuk mengisi ceramah.

Dalam tausiahnya di hadapan para santri dan masyarakat, KH Ma’ruf Amin mengatakan, peran pondok pesantren yang sudah banyak mencetak generasi pemimpin bangsa dan pejuang. Karena itu, Kiai Ma’ruf meminta kepada para santri untuk rajin dan tekun dalam mendalami ilmu agama maupun ilmu umum.

“Sudah ada santri yang jadi presiden (Gus Dur) dan menteri. Para pejuang kemerdekaan juga banyak dari kalangan santri,” katanya.

BACA JUGA:

Didukung Muslimah, Ma'ruf Amin: Peran Kaum Ibu Penting Tentukan Bangsa

Deklarasi Dukungan Perempuan Indonesia Dihadiri Ma'ruf Amin dan Istri

Melihat sejarah tersebut, kata Kiai Ma’ruf, para santri harus bersyukur dan tidak boleh minder. Terlebih, setelah dirinya digandeng Joko Widodo untuk menjadi cawapres pada Pilpres 2019.

“Pak Jokowi bisa saja menggandeng orang-orang professional atau politisi dan pengusaha, tapi nyatanya memilih ulama. Jadi, Pak Jokowi itu cinta ulama. Insya Allah, saya dan Pak Jokowi bisa memenangkan pilpres untuk kemenangan NU,” katanya.


Kiai Ma’ruf juga menyoroti fenomena munculnya santri dan ustaz yang tidak pernah nyantri atau mondok di pesantren. Mantan Rais Aam PBNU ini menilai, untuk menjadi seorang ulama atau kiai paling tidak pernah menjadi santri dan mondok di pesantren. “Saya sendiri tidak mengerti ada orang yang disebut ulama tapi tidak pernah jadi santri,” ucapnya.

Setelah mengisi ceramah, KH Ma’ruf Amin bertandang ke Gedung PCNU Kabupaten Tegal di Jalan Ahmad Yani, Slawi, sekitar pukul 13.00 WIB. Di tempat itu, Kiai Ma’ruf melakukan silaturahmi dengan para ulama dan jajaran struktural Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tegal.

Setelah bersilaturahmi dengan para ulama, Kiai Ma’ruf menyempatkan berkunjung ke Ponpes Giren, Talang. Setelah itu, Kiai Ma’ruf kembali ke tempatnya menginap di Hotel Bahari Inn Kota Tegal untuk persiapan kembali ke Jakarta.

KH Ma’ruf Amin tiba di Kota Tegal pada Senin (24/9/2018) malam sekitar pukul 23.10 WIB disambut sejumlah ulama dan penguru PCNU Kota Tegal, serta pengurus partai koalisi Jokowi-KH Ma’ruf Amin.


Editor : Kastolani Marzuki