Hujan Badai di Semarang, Atap Hotel Pesona Jebol, Rapat pun Bubar

Kastolani ยท Senin, 03 Desember 2018 - 21:53 WIB
Hujan Badai di Semarang, Atap Hotel Pesona Jebol, Rapat pun Bubar

Hujan badai melanda Kota Semarang, Jawa Tengah hingga mengakibatkan kekacauan, Senin (3/12/2018). (Foto: Dok.SINDOnews)

SEMARANG, iNews.id – Hujan badai yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah tak hanya membuat aktivitas warga nyaris lumpuh. Hujan deras disertai angin kencang juga membuat atap salah satu ruang rapat di Hotel Pesona, Kota Semarang Jebol, Senin (3/12/2018).

Kejadian itu berlangsung saat rapat berlangsung. Akibatnya, rapat pun terpaksa dihentikan sementara. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian itu.

“Rapat pun bubar gara-gara atap jebol menahan derasnya hujan di Hotel Pesona Semarang. Padahal akhir tahun gini hotel panen buat acara rapat dan pertemuan bagi pemda, kementerian, lembaga, dan swasta. Saatnya milih hotel yang tangguh menghadapi hujan deras,” tulis Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam cuitannya yang diunggah dalam akun @Sutopo_PN.

BACA JUGA:

Hujan Badai di Semarang, 2 Pesawat Harus Berputar-putar di Langit

Hujan Badai Landa Kota Semarang, Stasiun Tawang Kebanjiran

Dia menuturkan, hujan badai itu juga menyebabkan banjir di beberapa titik. Kondisi jalan yang semula mulus berubah menjadi genangan dan di beberapa titik air mengalir sangat deras. “Hujan deras melanda Kota Semarang menyebabkan banjir pada 3/12/2018 siang. Jalan berubah menjadi genangan dan di beberapa tempat air mengalir dengan deras. BPBD dan aparat lain masih melakukan penanganan dan pendataan. Masyarakat dihimbau waspada banjir-longsor,” ucapnya.

Saat hujan seperti ini, kata Sutopo, masyarakat diimbau untuk berada di tempat yang aman. “Jauhi pohon dan baliho yang mudah roboh. Hindari di tempat terbuka,” tulisnya.

Sebelumnya diberitakan, hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian itu. 

Selama hujan badai berlangsung, para pengguna jalan khususnya pengendara sepeda motor memilih berteduh di tempat aman. “Hujan deres banget tadi di Jalan Pemuda. Badai. Angin kencang. Makanya saya pilih berhenti tidak berani melanjutkan perjalanan. Kalau nekat bisa bahaya bagi pengendara, kita terbawa angin,” ujar seorang pengendara motor, Nawaahan Niyl, Senin (3/12/2018).

Menurut mahasiswa salah satu perguruan tinggi ternama di Semarang itu, hujan badai berlangsung cukup lama sekitar pukul 16.00 WIB. Selama badai, jarak pandang pengendara terbatas karena terhalang derasnya hujan.

“Awalnya tadi mendung gelap, lalu hujan deres disertai angin. Kita kan enggak bisa melihat dengan jelas di depan, karena hujan angin. Mungkin sekitar 15 menit hujan badainya yang paling parah. Banyak pengendara yang tadi berhenti bareng saya,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki