Istri Curhat Diperkosa saat Mandi, Suami Ngamuk dan Tikam Rentenir di Salatiga

Lurisa Lulu ยท Senin, 13 Mei 2019 - 09:38 WIB
Istri Curhat Diperkosa saat Mandi, Suami Ngamuk dan Tikam Rentenir di Salatiga

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro saat menunjukkan sajam dan pelaku penganiayaan rentenir di Salatiga. (Foto: iNews/Lurisa Lulu)

SALATIGA, iNews.id – Amarah AG (37) tak terbendung saat mendengar curhat istrinya yang mengaku diperkosa seorang rentenir bernama Joko. Dia gelap mata kemudian membuat rencana untuk menghabisi nyawa pria tersebut. Namun saat beraksi, Joko berhasil selamat dan ditolong warga.

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro menceritakan, kronologi kasus ini berawal saat istri pelaku sedang mandi dalam rumah mereka di Kota Salatiga, Jawa Tengah, pada April 2019. Ketika itu Joko datang bertamu untuk menagih utang.

Karena rumah sepi dan pelaku sedang bekerja sebagai buruh serabutan, Joko ditengarai memanfaatkan situasi dan langsung masuk ke dalam kamar mandi. Di situ dia memerkosa korban di bawah ancaman.

Peristiwa kelam itu kemudian diceritakan sang istri kepada pelaku AG saat baru pulang usai bekerja. Mendengar istrinya telah diperkosa, AG pun naik pitam. Dia langsung menyusun rencana dan meminta istrinya menghubungi Joko untuk janjian di daerah Kampung Warak.

BACA JUGA: Kakek Bejat di Tapsel, Dulu Setubuhi Putri Kandung hingga Hamil Kini Cabuli Cucu

Saat Joko datang menemui istrinya. Pelaku AG yang sudah membuntuti langsung menyerang dengan sangkur dan mengenai kepala korban. Dia kemudian menganiayanya, namun Joko terus melawan hingga sangkur tersebut terlepas.

Joko selanjutnya berteriak meminta tolong dan memancing warga setempat ke lokasi. Mereka selanjutnya menolong Joko. Sementara pelaku melarikan diri, namun akhirnya ditangkap petugas.

“Jadi pelaku ini emosi setelah mendengar istrinya diperkosa korban. Dia kemudian menyerang korban dengan sangkur. Namun dalam pergelutan, senjata itu terlepas dan korban menindih pelaku serta berteriak meminta tolong warga,” ujar Kapolres, Minggu (12/5/2019).

Akibat penganiayaan tersebut, korban memiliki luka parah di bagian kepala. Dia saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Salatiga.

Sementara pelaku AG harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan terancam pasal berlapis. Dia dijerat pasal penganiayaan dan Undang-Undang (UU) Darurat Atas Kepemilikan Senjata Tajam dengan ancaman 7 tahun penjara.


Editor : Donald Karouw